Berita

LEDAKAN TABUNG GAS

Dikritik Dimana-mana, SBY Jadikan JK Sebagai Bemper

MINGGU, 01 AGUSTUS 2010 | 10:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Jakarta, RMOL. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla semakin sering tampil di publik untuk mengurai benang kusut persoalan ledakan tabung gas ukuran 3 Kilogram. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai sengaja memanfaatkan JK membagi persoalan dan kritikan yang dialamatkan ke pemerintahannya.

"Saya melihat ini bagian dari strategi mendistribusikan persoalan. Karena ledakan tabung gas ini semakin menyudutkan pemerintahan SBY. Ini tali temali dengan persoalan lain, seperti kenaikan harga sembako, dan TDL. Kalau tidak disaring bisa menurunkan, tidak hanya citra pemerintah, tapi juga kredibilitas pemerintah. Makanya, SBY mensaring konflik itu dengan inisiatornya, yaitu JK. Walau pun (JK) bukan lagi bagian dari pemerintah," ujar pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 1/8).

Saring persoalan yang dilakukan oleh Presiden SBY ini tidak tepat. Menurut Direktur The Political Literacy Institute ini, Presiden SBY seharusnya membebankan persoalan itu ke Pertamina atau kepada menteri yang terkait. Pilihan Presiden SBY ini justru semakin meneguhkan JK, sebagai orang yang siap menghadai konflik dan persoalan. Dan pada saat yang sama, menurutnya, citra SBY sebagai orang yang ragu dan tidak berani ambil risiko dari sebuah persoalan juga semakin menguat.

"Bagi JK ini merupakan investasi nama. Walaupun dia memang memiliki ikatan moral dengan konflik itu (ledakan tabung gas). Karena dia merupakan inisiatornya. Kalau dia sukses akan semakin meneguhkan namanya. Tapi kalau gagal, dia jadi semacam bemper pemerintah. Tapi saya lihat, ini lebih pada challenge bagi JK, sebagai seorang negarawan," tandasnya. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya