Kajian Subuh Pertama Di Tenda Mesjid At Tabayyun

Kajian Subuh di Tenda Mesjid At Tabayyun/Ist

BEGINILAH suasana Kajian Agama atau sering juga disebut Kuliah Subuh pertama di Tenda  Mesjid At Tabayyun, Taman Villa Meruya, Jakarta Barat, hari Minggu (2/5). Kajian itu dipimpin Ustaz Hendro Prastyo, warga TVM. Topik kajian berkaitan  segala hal mengenai "I'tikaf" dan tata cara pelaksanaannya.

Menurut Ketua Panitia Pembangunan Mesjid At Tabayyun, Marah Sakti Siregar, acara Kuliah Subuh akan menjadi kegiatan rutin Mesjid At Tabayyun, sekali sepekan, setiap hari Minggu. Durasinya sekitar satu jam membahas pelbagai topik yang bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa warga.

Pelaksanannya setiap selesai Salat Subuh, dan akan ada beberapa ustaz yang akan memimpin Kuliah Subuh secara bergantian.

I'tikaf

Dalam Kajian Subuh Minggu tadi, Ustaz Hendro Prastyo menguraikan tema yang berkaitan dengan makna dan tatacara pelaksanaan " I'tikaf".

I'tikaf berasal dari bahasa Arab, yang artinya jemaah berdiam diri di dalam mesjid untuk mencari keridhaan Allah serta bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatannya. I'tikaf biasanya dilakukan warga muslim 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan. Orang yang sedang beritikaf disebut  Mu'takif.

Dua Jenis I'tikaf


I'tikaf yang disyariatkan ada dua jenis. Yaitu, I'tikaf sunat dan wajib. Yang sunat, adalah i'tikaf  yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridha Allah SWT, seperti halnya i'tikaf 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan. Adapun I'tikaf wajib adalah yang dikarenakan bernazar ( janji), misalnya seseorang bernazar "kalau sakitnya disembuhkan oleh Allah SWT, maka dia akan I'tikaf.

Menjawab pertanyaan seorang jemaah, Ustaz Hendro meyakinkan Tenda Mesjid At Tabayyun memenuhi syarat untuk menjadi tempat I'tikaf.

"Meski bentuknya tenda, yang bersifat sementara, namun sudah memenuhi fungsi sebagai mesjid karena dipakai salat 5 waktu dan sunnah seperti Salat Taraweh, dan sudah melaksanakan Salat Jumat berjamaah. Insya Allah, ini sudah mesjid. Silakan ber I'tikaf," kata Ustaz Hendro.

Waktu I'tikaf sunat bebas saja, tidak ada batasan waktu tertentu. Malam hari atau siang hari, durasinya boleh lama maupun singkat. Begitu pun i'tikaf wajib yang dikarenakan nazar. Waktunya tergantung berapa lama yang dinazarkan.

Ya'la bin Umayyah berkata "Sesungguhnya aku berdiam satu jam di mesjid tak lain hanya untuk beri'tikaf”.

Penulis adalah wartawan senior, yang juga Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Bertemunya Dua Tokoh Oposisi Di Malam Menyambut Ampunan
Publika

Bertemunya Dua Tokoh Oposisi..

08 Mei 2021 04:25
Kebermaknaan Jawa Timur Dalam Pembangunan Indonesia Maju Dan Penguatan NKRI Berideologi Pancasila
Publika

Kebermaknaan Jawa Timur Dala..

07 Mei 2021 13:56
MK Akhirnya Memutuskan Akan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Publika

MK Akhirnya Memutuskan Akan ..

07 Mei 2021 13:49
Mudik Bukan Pergerakan Teroris, Tapi Kebahagiaan Rakyat
Publika

Mudik Bukan Pergerakan Teror..

07 Mei 2021 10:49
Bagaimana Pemerintahan Jokowi Dapat Utang Beneran Tahun 2021?
Publika

Bagaimana Pemerintahan Jokow..

07 Mei 2021 10:29
Bikin Presiden Manggut-Manggut, Halusinasi Sri Mulyani Mirip VOC
Publika

Bikin Presiden Manggut-Mangg..

07 Mei 2021 09:50
Kebebasan Pers, Demokrasi, Dan Jurnalisme Berkualitas
Publika

Kebebasan Pers, Demokrasi, D..

06 Mei 2021 16:21
Modus Duit Rem
Publika

Modus Duit Rem

06 Mei 2021 11:48