Media, Dari Terusan Suez Ke Vaksin Nusantara

Yudho Hertanto/Net

MACET! Kapal Ever Given tersangkut di celah Terusan Suez. Kanal penyambung benua Eropa ke Asia tanpa berkeliling Afrika itu berhenti berdenyut. Alur lalu lintas suplai di tingkat internasional mengalami gangguan.

Terusan Suez kembali normal setelah proses evakuasi kapal dengan muatan 200.000 ton berhasil dilaksanakan. Tetapi kapal super kargo itu ditahan dan dikenakan hukuman kompensasi oleh otoritas Mesir sebesar Rp13.1 triliun.

Proses pemulihan Terusan Suez menjadi konsumsi berita media nasional selama berhari-hari sebelum kemudian media lokal kembali berkutat pada isu-isu domestik. Termasuk soal pernikahan serta perceraian selebritis.

Ilustrasi dari kemandekan di Terusan Suez menimbulkan situasi krisis jalur perdagangan dunia. Seolah mengingatkan kita pada gambaran sampul buku Jared Diamond, Upheaval: Bagaimana Negara Mengatasi Krisis dan Perubahan, 2019.

Celah sempit Terusan Suez sekaligus menyegarkan pikiran kita, tentang imajinasi keseimbangan dalam kehidupan bernegara yang harus terus dijaga. Tujuannya, agar tidak terjebak dalam stagnasi demokrasi dan berhenti di perjalanan.

Persis sebagaimana Acemoglu & Robinson nyatakan dalam The Narrow Corridor, 2019. Dengan begitu, ruang demokrasi yang terbentang dalam garis tipis di antara tarikan tegangan kekuasaan negara dan kekuatan publik.

Keseimbangan harus dijaga dan berjalan terus-menerus, agar tidak tertarik secara berlebihan ke salah satu kecenderungan tertentu. Koridor demokrasi itu terlihat sempit, bila tendensi kuasa tidak disertai dengan penyeimbangnya.

Realitas Media

Kini kita kembali pada realitas media sebagai representasi ketertarikan publik dalam menangkap isu-isu yang berkembang. Kita kerap beralih dari tema berita substansial, ke hal-hal pinggiran yang mengalihkan fokus.

Seperti halnya percakapan publik yang terjadi saat menanggapi tentang pernikahan artis yang ramai didatangi para petinggi negeri. Audiens mudah beralih serta terlibat dalam satu perbincangan meski di permukaan.

Silih berganti informasi menempatkan publik. Tidak banyak fokus yang dihasilkan kecuali berpindah-pindah tema yang telah diulas media. Namun begitu, media pula menjadi indikator sebuah bangsa dan karakter masyarakatnya.

Mudah lupa dan cepat marah. Itulah kita ketika beralih tema pembicaraan di media. Termasuk berkomentar soal tanding catur Dewa Kipas, hingga perbantahan tentang vaksin Nusantara. Pro-kontra adalah hal yang biasa.

Kondisi tersebut menjadi kontraproduktif ketika pro-kontra tidak menghasilkan resolusi yang bermakna. Dalam kerangka dialektika, sebuah tesis berbentuk antitesis hingga berbuah sintesis.

Terjadi perubahan dari substansi masalah menjadi penyelesaian, tidak statis, bahkan dalam dinamika alamiah kita memang akan terus mengalami koreksi kualitas dari waktu ke waktu.

Sebagaimana media ada dan mengada, seperti itulah wajah masyarakat kita. Media dikonstruksi oleh lingkungan yang hidup serta melingkupi di sekitarnya, dan secara bersamaan media membentuk pola budaya bagi lingkungannya.

Tanpa lelah kita berayun di antara berbagai isu, harus terdapat semacam upaya bersama untuk melakukan koreksi kolaboratif, yang ditujukan bagi upaya membangun pondasi solusi dari berbagai persoalan tersebut.

Media dituntut untuk mencerahkan, di sisi lain publik harus memiliki kemampuan literasi bermedia yang baik, agar energi yang tersisa tidak terkuras habis pada hal-hal minor bahkan tanpa solusi.

Kedua entitas tersebut, media dan publik diharapkan menjadi corong penyeimbang kekuasaan. Kita tentu berharap agar kapal kebangsaan ini tidak macet di tengah jalan.

Penulis adalah Program Doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Sahid

Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kebermaknaan Jawa Timur Dalam Pembangunan Indonesia Maju Dan Penguatan NKRI Berideologi Pancasila
Publika

Kebermaknaan Jawa Timur Dala..

07 Mei 2021 13:56
MK Akhirnya Memutuskan Akan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Publika

MK Akhirnya Memutuskan Akan ..

07 Mei 2021 13:49
Mudik Bukan Pergerakan Teroris, Tapi Kebahagiaan Rakyat
Publika

Mudik Bukan Pergerakan Teror..

07 Mei 2021 10:49
Bagaimana Pemerintahan Jokowi Dapat Utang Beneran Tahun 2021?
Publika

Bagaimana Pemerintahan Jokow..

07 Mei 2021 10:29
Bikin Presiden Manggut-Manggut, Halusinasi Sri Mulyani Mirip VOC
Publika

Bikin Presiden Manggut-Mangg..

07 Mei 2021 09:50
Kebebasan Pers, Demokrasi, Dan Jurnalisme Berkualitas
Publika

Kebebasan Pers, Demokrasi, D..

06 Mei 2021 16:21
Modus Duit Rem
Publika

Modus Duit Rem

06 Mei 2021 11:48
Investasi Asing Berbondong-bondong Kabur Dari Indonesia, Bagaimana Presiden Jokowi Bertahan?
Publika

Investasi Asing Berbondong-b..

06 Mei 2021 09:30