Dua Kementerian Baru, Siapa Menterinya?

Jumat, 16 April 2021, 07:28 WIB

Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing/Net

MUNCULNYA dua kementerian baru, yaitu Kementerian Investasi (Kemeninves) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sebaiknya menjadi momentum melakukan evaluasi kepada seluruh jabatan pemerintah di bawah Presiden.

Setidaknya evaluasi dilakukan pada empat hal utama, yaitu kinerja, kemampuan melakukan manajemen pengawasan sehingga tidak terjadi penyimpangan, aseptabilitas publik, dan dukungan politik di Senayan. Pada empat variabel tersebut diberi skor masing-masing 25 persen. Pejabat yang mendapat total skor 80 ke atas sebaiknya tetap menduduki jabatan publik tersebut. Sebaliknya, pejabat yang mendapat skor di bawah 80, sangat wajar direshuffle atau paling tidak direposisi.

Khusus dua kementerian baru Kemeninves dan Kemendikbudristek sebaiknya dipercayakan kepada sosok yang pantas, kredibel dan berani membuat  terobosan baru, tentu sejalan dengan yang dikehendaki oleh Presiden di dua kemeterian yang baru ini.

Menurut hemat saya, menteri investasi (Menives) harus mampu memacu pertumbuhan penanaman modal yang sangat signifikan di Indonesia, baik bersumber dari modal asing, dan juga mempersuasi WNI yang modal dan atau kekayannya “parkir” di luar negeri  masuk ke Indonesia. Sebab, modal dan kekayaan WNI di luar negeri tidak sedikit.

Untuk itu, Menives harus mempunyai jaringan internasional dan menguasai kondisi real Indonesia terutama aspek pertahanan, keamanan, penegakan hukum, dan sumber daya potensial di bidang ekenomi. Karena itu, sosok yang pas menduduki jabatan Menives adalah Menko Marinves yang sekarang.  

Sedangkan Kemenko Marinves bisa saja dievaluasi dari aspek efektivitas dan efisiensi manajemen pemerintahan, apakah masih tetap ada atau tidak. Jika hasil evaluasi menunjukan lebih efektif dan efisen ditiadakan, maka kementerian-kementerian yang selama ini di bawah Kemenko Marinves, termasuk Kemeninves yang baru menjadi di bawah koordinasi Menko Perekonomian. Sebab, semua kementerian tersebut sangat dekat dengan bidang ekonomi.

Lalu siapa sosok Kemendikbudristek? Penggabungan Kemedikbud dan Kemenristek menjadi Kemendikbudristek merupakan suatu keputusan, visi, misi dan pekerjaan besar. Untuk itu, diperlukan sosok Mendikbudristek yang sudah mumpuni di bidang manajemen pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi. Tepatnya, dari profesi dosen. Jadi, bukan dari pribadi yang hanya pernah berhasil dalam suatu bidang usaha bisnis.

Selain itu, perlu diangkat seorang Kepala Badan Riset & Teknologi Nasional (Baristeknas) di bawah Kemendikbudristek untuk menangani secara khusus bidang riset dan teknologi untuk mengejar ketertinggalan negeri ini dari negara-negara tetangga dalam jangka pendek.

Untuk itu, Kepala Baristeknas ini harus  punya visi, misi, program dan strategi yang operasional agar Indonesia segera setera dengan negara Malaysia, Singapura, Korea Selatan, China, dan Thailand dalam bidang riset dan teknologi di akhir masa pemerintahan Jokowi periode kedua ini. Untuk itu, pemerintah sejatinya mengalokasikan dana yang besar atau kalau boleh penyediaan biaya tanpa batas. Semua biaya riset dan penemuan teknologi ditanggung oleh negara. Hasilnya diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat dan industri untuk dimanfaatkan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pembiayaan yang sangat besar. Saya menyarankan, biaya Baristeknas setidaknya bisa dari dua sumber utama. Pertama, dari BUMN. Bisa saja sejumlah persentase tertentu dari keuntungan dan memindahkan seluruh tunjangan serta bonus, pejabat, direksi dan komisaris semua BUMN untuk dialokasikan ke Baristeknas. Sebab,  mereka di BUMN sudah memperoleh gaji yang sangat besar.

Kedua, dari dana pengembalian hasil korupsi dan semua barang sitaaan dari para pelaku koruptor.  Karena itu, barang sitaan harus dijaga sehingga tidak boleh dicuri oleh siapapun.

Emrus Sihombing

Komunikolog Indonesia

Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Agama Yang Menyelamatkan
Publika

Agama Yang Menyelamatkan

12 Mei 2021 11:26
Politik HAM Barat Terhadap China Terkait Isu Uighur
Publika

Politik HAM Barat Terhadap C..

11 Mei 2021 19:11
Anggrek Dan Riset: Koneksitas Ideologis Bung Karno Dan Megawati Dalam Menggelorakan Rasa Cinta Tanah Air
Publika

Anggrek Dan Riset: Koneksita..

11 Mei 2021 15:06
Dilema Kapolri Terkait Penyekatan Mudik: Antara Hati Nurani Atau Melaksanakan Tugas Pelarangan?
Publika

Dilema Kapolri Terkait Penye..

11 Mei 2021 14:49
Babak Akhir Yang Menentukan (2-Tamat)
Publika

Babak Akhir Yang Menentukan ..

10 Mei 2021 15:25
Teologi Zakat Dan Spirit Kemanusiaan
Publika

Teologi Zakat Dan Spirit Kem..

10 Mei 2021 13:18
Peran Agama Dan Kepercayaan Membangun Keadilan Dan Perdamaian Berbasis Inklusi-Moderasi-Toleransi
Publika

Peran Agama Dan Kepercayaan ..

10 Mei 2021 12:45
Penambahan Utang dari Masa ke Masa
Publika

Penambahan Utang dari Masa k..

10 Mei 2021 12:12