Bicara Penyelundup Lobster Rp 50,4 T, Effendi Gazali Singgung Oknum Wartawan Dan Buzzer

Paka komunikasi politik, Effendi Gazali di Gedung KPK/RMOL

Ada upaya untuk menggiring opini publik terkait bergulirnya kasus suap izin ekspor benur dan korupsi bantuan sosial Covid-19 diarahkan untuk merusak citra pakar komunikasi politik, Effendi Gazali.

Menurut Effendi Gazali yang sempat dihadirkan KPK sebagai saksi dalam kasus tersebut, upaya pembunuhan karakter dirinya disinyalir dilakukan oleh pihak yang ia sebut sebagai penyelundup benih lobster senilai Rp 50,4 triliun.

Oleh karenanya, ia berharap pengadilan segera menggelar agenda kasus tersebut dengan harapan penyelundup Rp 50,4 T segera terkuak.

"Kita saksikan, kalau-kalau penyelundup benih lobster Rp 50,4 T itu mau melancarkan fitnah-fitnah baru dengan mempengaruhi saksi dan sebagainya di pengadilan. Atau memakai segelintir oknum wartawan lagi untuk memelintir apa pun yang dinyatakan di persidangan," kata Effendi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/4).

Bicara soal penyelundup yang dimaksud, Effendi yang sempat menjabat sebagai Ketua Komisi Pemangku-Kepentingan dan Konsultasi Publik, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2-KKP) ini mengaku sudah meminta kepada lembaga pimpinan Firli Bahuri buka-bukaan.

"Buktinya amat lugas. Sejak 2015 Peraturan Menteri Kelautan melarang ekspor benih lobster. Kalau tidak ada penyelundupan, maka sejak tahun 2016 industri lobster Vietnam harus mati. Karena 80% benurnya dari Indonesia. Faktanya, industri lobster Vietnam malah berkembang pesat," lanjutnya.

Di sisi lain, ia juga mempersoalkan minimnya kesadaran wartawan untuk leih kritis melihat lebih dalam kasus yang telah menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tersebut.

"Saya yakin amat banyak wartawan yang baik. Tapi kita tahulah, uang sebanyak itu bisa membuat segelintir wartawan jadi tidak aware, apalagi bisa membuat buzzer jadi sayang sama tokoh idola dan siap menyerang pihak yang mengetahui semua fakta itu," sambungnya.

"Tujuan penyelundup tetap, mematikan karakter saya agar tidak lagi kredibel meneriakkan penyelundupan benih lobster sejak 2015, dengan nilai total sekitar 50,4 T sampai saat ini," tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga tak habis pikir dengan aparat terkait yang terkesan belum tertarik untuk memeriksa dan menyelidik penyelundup benur dengan nilai yang fantastis itu.

"Mungkin tumpukan perkara masih berjejal. Padahal caranya amat gampang, panggil saja bagian karantina Kementerian Kelautan dan karantina di berbagai bandara serta pelabuhan! Rp 10,08 triliun per tahun loh. Bayangkan siapa saja yang harus terlibat agar penyelundupan ini bisa jalan terus bertahun-tahun?" tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Dewas KPK: SK Penyerahan Tugas 75 Pegawai TMS TWK Sesuai Kewenangan KPK
Hukum

Dewas KPK: SK Penyerahan Tug..

12 Mei 2021 17:39
121.026 Narapidana Dapat Remisi Khusus Idulfitri, 550 Napi Langsung Bebas
Hukum

121.026 Narapidana Dapat Rem..

12 Mei 2021 15:53
Novel Baswedan Mengeluh, Netizen Sarankan Gabung ‘KPK DKI Jakarta’ Saja
Hukum

Novel Baswedan Mengeluh, Net..

12 Mei 2021 13:52
KPK Tidak Akan Hentikan Kasus Harun Masiku
Hukum

KPK Tidak Akan Hentikan Kasu..

12 Mei 2021 10:27
Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei: Karma Akan Berlaku Untuk JPU
Hukum

Dituntut 18 Tahun Penjara, J..

11 Mei 2021 22:15
Nama Aria Bima Muncul Di Sidang Benur, Hakim: Hati-hati Menyebut Seseorang
Hukum

Nama Aria Bima Muncul Di Sid..

11 Mei 2021 18:15
Jelang Lebaran, Edhy Prabowo Minta Maaf Ke Seluruh Rakyat Indonesia
Hukum

Jelang Lebaran, Edhy Prabowo..

11 Mei 2021 18:06
Sidang Suap Benur, Hakim Marah Saat Saksi Anton Setyo Nugroho Bilang Lumrah Ada Uang Partisipasi Eksportir Rp 3,5 Miliar
Hukum

Sidang Suap Benur, Hakim Mar..

11 Mei 2021 17:17