Satu Tujuan, Satu Keindahan, Satu Kekuatan!

Belajar dari Konsep Kepemimpinan Mas Gembong Primadjaja

Sabtu, 27 Februari 2021, 08:39 WIB

Gembong Primadjaja/Net

"INDONESIA itu memang terdiri dari banyak perbedaan. Beda suku, beda agama, dan beda background. Di situlah keindahan dan kekuatan Indonesia," demikian Mas Gembong menyampaikan pada hari itu, dalam diskusinya dengan saya.

Memang benar, "Bhineka Tunggal Ika", berbeda-beda tetapi tetap satu, satu keindahan, dan satu kekuatan.

"ITB juga demikian," kata Mas Gembong, "Kita juga berbeda-beda, beda jurusan, beda angkatan, beda usia, beda suku, beda agama, beda bahasa daerah. Tapi ada dua hal yang menyatukan kita: Pertama, potensi kita sebagai lulusan perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Kedua, keinginan kita untuk berkontribusi lebih banyak bagi almamater dan negeri kita.

Saya mengangguk setuju. Sore itu kami ngobrol sambil makan sate ayam, di kantor seorang sahabat kami di daerah Simatupang.

Sebagai praktisi HR selama lebih dari 20 tahun (dan pernah menjadi HR Director di tiga perusahaan besar di negeri ini), saya mengerti bahwa sebuah team yang terdiri dari team member dengan background yang berbeda akan menunjukkan performance yang jauh lebih bagus daripada team yang mempunyai banyak "kesamaan".

Pada jaman dahulu, seringkali sebuah perusahaan mempunyai leadership team yang sama backgroundnya (ada yang semuanya pria, atau bahkan semuanya dari suku, agama atau almamater yang sama). Problemnya banyak di antara mereka yang akan berpikir dengan pola pikir yang sama. Kemudian mereka akan mengambil keputusan dengan cepat (tanpa debat lama-lama). Tetapi belum tentu keputusan yang diambil itu tepat.

Kenapa? Karena customer kita memang berbeda-beda. Sebuah leadership team sebaiknya melambangkan customer yang berbeda-beda juga, agar mengambil keputusan dari semua perspective, debatnya lama, dan keputusannya lebih tepat.

Itulah mengapa, hampir semua perusahaan multinasional akan menempatkan "diversity & inclusion" sebagai bagian dari KPI yang diukur setiap tahun.

Tim Berners Lee pernah berkata, "We need a diversity of thoughts in the world, to face the new challenges". (Kita memerlukan pemikiran yang berbeda-beda, untuk menghadapi dunia yang penuh dengan tantangan-tantangan baru).


Keren sekali visi Mas Gembong yang ingin menyatukan ratusan ribu alumni ITB di segala penjuru dunia, di banyak wilayah di nusantara, dengan jurusan, angkatan dan semua background yang berbeda-beda, untuk menjadi salah satu kekuatan (dan keindahan) yang bisa berkontribusi pada bangsa ini.

"Tetapi perubahan kan dimulai dari kita sendiri". Be the change you want to see in the world (Mahatma Gandhi).

Dan itulah mengapa Mas Gembong ingin mewujudkan Ikatan Alumni ITB sebagai wadah optimalisasi dan kanalisasi potensi Alumni ITB dalam berkarya, berkreasi dan berbagi bersama, baik di Indonesia maupun di dunia.

Jadi sebagai summary, inilah yang diharapkan dari seluruh alumni ITB, 3C, Change-Contribute-Country!

A. Change starts from ourselves.

Marilah kita semua menjadi lebih open mind, berpikir positif dan saling belajar.

Kita kesampingkan perbedaaan. Kalau membahas perbedaan sih tidak akan ada habisnya, dan tidak akan maju-maju. Kita ini kan "putra-putri terbaik bangsa" (dan saya menuliskan ini dengan tulis, tanpa sinisme atau sarkasme). Mari kita semua fokus pada kesamaan, kesamaan potensi kita yang besar, dan kesamaan niat untuk membangun bangsa ini.

B. Contribute

Jangan tanyakan apa yang kau bisa dapatkan dari almamater. Tanyakan apa yang kita bisa berikan pada almamater kita.

Sudah waktunya bagi kita untuk berbagi dan memberi. Memberi itu bukan hanya uang, tetapi kita bisa memberikan bantuan, waktu, tenaga, ide, pikiran, coaching, mentoring dan banyak jenis bantuan yang lain.

Orang yang "memberi" akan lebih mulia. Mari kita belajar memberi dan berbagi, dimulai dari diri kita sendiri.

C. Country

Setelah kita semua "berbagi" pada almamater, kita satukan energi, fokus, waktu, dan ide-ide kita untuk berkontribusi pada bangsa ini. Kita semua alumni perguruan tinggi terbaik. That’s a great power. But with great power, come greater responsibility. It is time for all of us to contribute and give back, kepada tanah air kita, bangsa kita dan negeri kita.

"Great ideas, Mas Gembong!"

Saya yakin ketiga hal itu akan menjadi permulakan dari gerakan pembaruan dan perbaikan yang dibutuhkan oleh bangsa ini!

Salam Hangat.

Pambudi Sunarsihanto
Penulis adalah praktisi Human Resources. Saat ini bekerja sebagai Direktur Human Resources, Blue Bird Group.

Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Minta Dibimbing IMF & World Bank, Sri Mulyani Mengaktualisasikan Kolonialisme...
Publika

Minta Dibimbing IMF & World ..

20 April 2021 00:36
Media, Dari Terusan Suez Ke Vaksin Nusantara
Publika

Media, Dari Terusan Suez Ke ..

19 April 2021 14:28
Menebak Arah Politik Jokowi Di Pilpres 2024
Publika

Menebak Arah Politik Jokowi ..

19 April 2021 13:20
Sinuhun Patgulipat Aset PGN Dengan Pertamina Malah Amblas, Kedua Perusahaan Merugi
Publika

Sinuhun Patgulipat Aset PGN ..

19 April 2021 00:16
Belajar Dari India, Tinggalkan Pencitraan, Dan Bersikaplah Kesatria
Publika

Belajar Dari India, Tinggalk..

18 April 2021 11:45
Bagaimana Cara Amerika Menguasai Dunia?
Publika

Bagaimana Cara Amerika Mengu..

18 April 2021 08:37
Boleh Kaget Tapi Jangan Masa Bodoh (3): Politik Dinasti Dan Kualitas Pemimpin
Publika

Boleh Kaget Tapi Jangan Masa..

18 April 2021 05:54
Jalan Sederhana
Publika

Jalan Sederhana

17 April 2021 23:18