Tiada Lagi Danke Drajat

Wartawan senior Danke Drajat/Ist

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun.

Wartawan dan presenter TV senior Danke Drajat (65) meninggal dunia Selasa (9/2) pukul 15.42 WIB di RS UI --tempat almarhum dirawat sejak 10 Januari.

Danke terpapar Covid-19, tangal 3 Januari lalu. Seminggu setelah itu jurnalis yang lama mengabdi di program news Seputar Indonesia RCTI dilarikan ke RS UI, Depok di Jawa Barat.

Saya mengikuti perjuangan Danke melawan virus corona melalui group-group WA kawan wartawan. Luar biasa pertarungannya hingga jiwanya tak tertolong lagi.

Saya berkawan lama dengan Danke. Saat Cek & Ricek tayang di RCTI, kami selalu bertemu dan ngobrol ngalor kidul. Orang humoris, ramai, mudah akrab dengan siapa saja, sebagaimana pembawaan wartawan. Dia selalu hadir setiap kali C&R bikin acara. Pendeknya orangnya heboh.

Belakangan karena kesibukan kontak tatap muka sudah jarang, tetapi lewat saluran telepon atau media sosial seperti FB jalan terus. April 2019 ternyata kami sama berada di Tanah Suci menunaikan umrah. Janji ketemu, tapi entah kenapa tidak jadi terealisasi.

Yang saya ingat jadwal dia memang langsung balik ke Tanah Air tidak lama setelah kontak di FB itu. Sedangkan saya masih meneruskan perjalanan ke Madinah.

Menantang Maut

Sebelum vonis positif corona, saya mengikuti cerita Danke di FB untuk melawan gejala terpapar pagebluk itu.

Dia menginformasikan pakai jeep off road menuju daerah perbukitan. Ia sengaja buka baju menyetir mobil itu supaya terpapar matahari. Tampaknya dia sudah merasakan gejala terpapar virus. Maka itu dia sengaja menempuh rute lewat jalan bebatuan supaya badannya terguncang-guncang dan keluar keringat.

Lalu dia pun menyantap makan kesukaannya. Tapi dia ternyata enggak bisa merasakan itu. Dia coba merokok, tapi dia mengaku rasa rokoknya kok aneh.

Danke mulai cemas ketika merasakan kehilangan penciuman. Dan, setelah diswab hasilnya positif. Dia menjalani isolasi mandiri, namun seminggu kemudian dia menyerah, barulah dia dibawa ke RS UI.

Danke yang lahir 21 Juli 1955. meninggalkan seorang istri, Ibu Kiki. Tiga anak yaitu Kautsar Umaro Yanshuru,Khalifa Bening Jiwa, dan Kayla Audivisi --semua sudah berkeluarga dan memberinya dua cucu: Dastan Altio Yanshuru dan Annisa Gloria Jiwani.

“Papa kenanya lebih sebulan. Pertama kali ketahuan 3 Januari, tanggal 10 kemudian masuk RS,” cerita Kayla. Petang tadi jenasah almarhum dimakamkan di Tapos, Bogor, Jawa Barat.

Tiada lagi  sosok wartawan banyak kawan dan relasi yang kehadirannya selalu menyenangkan orang.

Semoga almarhum Husnul Khotimah.
Alfatihah.

Penulis adalah Wartawan Senior
EDITOR: DIKI TRIANTO

Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Peran Kartini Zaman Now, Bagi Pemberantasan Korupsi Di Indonesia
Publika

Peran Kartini Zaman Now, Bag..

21 April 2021 15:21
Kehidupan Rapuh Dunia Digital
Publika

Kehidupan Rapuh Dunia Digita..

21 April 2021 14:31
Nasib Warga Muslim Yang Minoritas di Komplek Perumahan Taman Villa Meruya
Publika

Nasib Warga Muslim Yang Mino..

21 April 2021 10:31
Teater Politik Vaksin Nusantara
Publika

Teater Politik Vaksin Nusant..

21 April 2021 09:53
Minta Dibimbing IMF & World Bank, Sri Mulyani Mengaktualisasikan Kolonialisme...
Publika

Minta Dibimbing IMF & World ..

20 April 2021 00:36
Media, Dari Terusan Suez Ke Vaksin Nusantara
Publika

Media, Dari Terusan Suez Ke ..

19 April 2021 14:28
Menebak Arah Politik Jokowi Di Pilpres 2024
Publika

Menebak Arah Politik Jokowi ..

19 April 2021 13:20
Sinuhun Patgulipat Aset PGN Dengan Pertamina Malah Amblas, Kedua Perusahaan Merugi
Publika

Sinuhun Patgulipat Aset PGN ..

19 April 2021 00:16