Mengenang Wafatnya Wartawan Senior Budi Kusnendar

Mendiang Budi Kusnendar/Repro

"MOHON dimaafkan yah Pak, Mas Budi sudah enggak ada,“ ucap Martha dalam tangis, Rabu pagi (3/2) pukul 06.40 WIB. Martha, isteri Budi Kusnendar mantan wartawan Tabloid C&R. Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun.

Budi Kusnendar (59) mengembuskan napas terakhir pada Rabu subuh pukul 04.50 WIB. Ia mendapat serangan stroke sejak Oktober 2017 lalu.
Praktis sejak itu Budi hanya terbaring di rumah. Minggu lalu dapat kabar kondisi Budi kritis. Saya telepon Martha.

“Mas Budi sudah diobatin, sudah dibersihin, Pak. Doakan yah Pak,” kata Martha.

Saya tidak begitu mengerti apa maksudnya “diobatin” dan “dibersihkan”.

“Makanan tidak bisa masuk lagi, Pak. Terpaksa asupannya dalam bentuk cairan,“ sambung Martha.

Budi Kusnendar bekerja di Tabloid C&R sejak awal penerbitan Agustus 1998. Dia salah satu redaktur yang menggawangi berita aktual dan artikel khas “Curahan Hati” yang banyak pembacanya.

Curhat itu saya desain untuk mengatasi curahan hati sumber yang sifatnya off the record namun sayang untuk dibuang karena isinya daging semua.

Budi yang menggawangi rubrik itu karena dia punya background sebagai penulis cerpen. Dulu dia bekerja di Majalah “Anita Cemerlang”.

Budi mahir mengemas kisah-kisah curhat itu menjadi bacaan menarik namun identitas sumbernya dirahasiakan.

Pernah datang seorang dosen perguruan tinggi menemui saya di kantor sambil membawa bingkisan satu boks kue. Dia pingin tahu siapa tokoh dalam curhat yang terbit minggu itu. Saya terikat komitmen menutup identitas sumber.

Dosen itu lalu memberi alternatif. Dia menyebutkan satu dua tokoh. Saya tidak menyangkal dan tidak mengiyakan, namun dia puas.

“Saya sudah tahu siapa tokoh dengan melihat reaksi bapak,” katanya, kemudian pamit pulang.

Wartawan senior Uni Lubis mengakui suka mengikuti rubrik Curhat. Itu salah satu bagian menarik dari Tabloid C&R.

Selain itu, Budi juga mengisi rubrik ramalan bintang. Dia memang punya pengetahuan spritual yang mumpuni. Dia juga jago pijat refleksi.

Budi lah yang sering mengobati sakit perut saya dengan terapi pijat tulang kering. Ternyata manjur. ”Ilmu” Budi sudah saya turunkan ke anak cucu.

Budi Kusnendar memang salah satu ujung tombak kami. Bersama Farid Iskandar, Gannet Garna Putra, Kafhi Siregar, Teguh O Wijaya di awal-awal penerbitan yang membuat setiap minggu Tabloid C&R cepat habis dalam peredarannya.

Edisi kematian artis Nita Tilana yang sempat cetak ulang, itu adalah hasil reportase Budi Kusnendar. Kemahiran terapi dan pijat Mas Budi memudahkan dia menembus sumber berita yang sulit. Artis yang ditemuinya minta dipijat dulu baru kemudian mau bicara memberi informasi yang Budi butuhkan.

Beberapa tahun lalu karena kondisi kesehatan, ia mengundurkan diri dari Tabloid. Tapi saya tidak melepasnya begitu saja. Saya pindahkan ke divisi program televisi -menjadi supervisor penulisan naskah berita untuk program infotainment.

Tapi tampak kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk bekerja di malam hari. Ia pun mengundurkan diri.

Saya menengoknya waktu pertama kali mendapat serangan stroke. Serangan pertama itu membuatnya sulit bicara. Ia hanya merespons kami dengan senyum dan melambaikan tangan tanda suka.

Terlahir pada 26 April 1962 kini Budi Kusnendar bin Madsurni
telah pergi. Tapi dia tidak kemana- mana, melainkan kembali ke penciptanya Ilahi Rabbi.

Budi meninggalkan seorang isteri, Martha, dan empat anak: Mega Adeline, Arga Tirta, Gencar Media, dan Bunga Edelweis. Mega, puteri sulungnya, sudah menikah 14 November 2020 lalu.

“Budi senang ketika tahu Mega hamil,” cerita Martha. “Namun, ternyata Mega keguguran. Kabar ini tidak kami beritahu,” ungkapnya.

Semoga almarhum Husnul Khotimah. Mendapat tempat selapang-lapangnya, nyaman dan indah di sisi Allah SWT.

Sedangkan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, serta keihlasan melepas dia pergi. Al Fatihah.
EDITOR: AGUS DWI

Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Pak Bekti Mengabdi Untuk Pendidikan PWI
Publika

Pak Bekti Mengabdi Untuk Pen..

11 April 2021 14:42
Perang Intelijen Antara Iran Melawan Israel
Publika

Perang Intelijen Antara Iran..

11 April 2021 13:55
Jokowi Masuk Surga?
Publika

Jokowi Masuk Surga?

11 April 2021 07:58
Kaum Milenial Pemuja Kultur Kematian
Publika

Kaum Milenial Pemuja Kultur ..

11 April 2021 01:14
Politik Kebaya Dan Perempuan
Publika

Politik Kebaya Dan Perempuan

10 April 2021 23:20
Primitif Pemikiran KSP Moeldoko
Publika

Primitif Pemikiran KSP Moeld..

10 April 2021 22:55
Polemik Alutsista Dan Kunjungan Menhan Ke Korea Selatan
Publika

Polemik Alutsista Dan Kunjun..

10 April 2021 15:12
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Jalan Hidup Ditempa Bagai Keris
Publika

AA LaNyalla Mahmud Mattalitt..

10 April 2021 09:47