Pelapor Natalius Pigai Dianggap Tak Wakili Orang Minang

Aznil Tan, pelapor Natalius Pigai atas tuduhan rasis usai membuat laporan di Bareskrim/Ist

Ketua Umum Pergerakan Milenial Minang (PMM) Fikri Haldi mengecam tindakan Aznil Tan yang mengklaim dirinya membawa kepentingan orang Minang dengan melaporkan Natalius Pigai ke Bareskrim Polri.

Natalius dilaporkan karena diduga telah melakukan tindakan rasisme terhadap suku Minang melalui media sosial saat mengatakan bahwa orang Minang tidak bisa menjadi Presiden.

Fikri Haldi menilai, justru pelaporan tersebut merupakan bentuk dukungan dan sebagai langkah melindungi Abu Janda terkait cuitannya "evolusi masih belum selesai" yang di lontarkan Abu Janda ke Natalius Pigai dan cuitan Islam agama yang arogan dan agama pendatang yang berujung pada pelaporan oleh ketua umum DPP KNPI Haris Pertama

"Langkah yang diambil oleh Aznil Tan ini jelas bukan langkah yang mencerminkan keinginan orang Minang,” kata Fikri dalam keteranganya, Selasa (2/2).

Ia melanjutkan, bahwa orang Minang melekat filosofis orang minang "Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah" yang artinya adat bersendikan syariat, syariat adalah aturan berarti adat yang berlandaskan aturan, sedangkan "syarak basandi kitabullah" artinya syariat yang berlandaskan Kitab Allah atau aturan yang berlandaskan Kitab Allah.

“Seharusnya yang menyinggung orang Minang itu adalah Abu Janda bukan Natalius pigai terkait cuitannya Islam agama yang arogan dan pendatang,” tegas Fikri.

Menurutnya, langkah yang diambil Aznil Tan tidak mencerminkan sama sekali orang Minang dan membawa kegelisahan orang Minang.

"Apakah, Aznil Tan tidak berfikir, berapa orang korban orang Minang beberapa tahun lalu di Papua atas kerusuhan di Papua yang dimulai kasus rasisme di Surabaya dan jangan sampai ini terulang. Aznil Tan jangan bikin malu orang Minang dan jangan bahayakan orang Minang dengan bawa-bawa nama orang Minang," ujar aktivis Sumbar tersebut

Dikatakannya, langkah yang diambil Aznil Tan yang melaporkan Natalius Pigai tersebut, akan merusak suasana, banyak masyarakat Minang yang di Papua masih trauma dengan kejadian beberapa tahun belakang.

"Kalo ingin ingin cari nama jangan bawa nama-nama orang atau suku Minang," tegas Fikri.
EDITOR: IDHAM ANHARI

Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Sambut Ramadhan, Pertiwi Indonesia Kirim Perlengkapan Ibadah Dan Buka Dapur Umum Ke Adonara
Nusantara

Sambut Ramadhan, Pertiwi Ind..

12 April 2021 23:40
Update Bencana NTT: Korban Meninggal 179 dan Yang Belum Ditemukan 46 Orang
Nusantara

Update Bencana NTT: Korban M..

12 April 2021 22:57
Tarawih Perdana Berjamaah, Edi Kamtono: Ceramah Disampaikan Gubernur Kalbar
Nusantara

Tarawih Perdana Berjamaah, E..

12 April 2021 21:51
Pasien Sembuh Di DKI Bertambah 1.350 Orang, Kasus Aktif Turun Lagi
Nusantara

Pasien Sembuh Di DKI Bertamb..

12 April 2021 21:23
KPU Labusel Lantik KPPS Untuk Pemungutan Suara Ulang
Nusantara

KPU Labusel Lantik KPPS Untu..

12 April 2021 21:13
Pasar Inpres Jakarta Selatan Kebakaran Senin Petang
Nusantara

Pasar Inpres Jakarta Selatan..

12 April 2021 20:30
Ditangkap Otoritas Thailand, Panglima Laot Pastikan Konjen RI Songkhla Datangi Nelayan Aceh
Nusantara

Ditangkap Otoritas Thailand,..

12 April 2021 20:22
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Di Purwakarta Terkendala Vaksinasi Tenaga Pendidik
Nusantara

Rencana Pembelajaran Tatap M..

12 April 2021 20:11