Hore, Ketua KPU Dipecat

Kamis, 14 Januari 2021, 09:40 WIB

Ketua KPU RI Arief Budiman/RMOL

MESKI seperti Evi Novida Ginting anggota KPU yang saat dipecat mengadu melalui PTUN, peluang itupun terbuka bagi Ketua KPU Arief Budiman yang dipecat DKPP karena melanggar kode etik.

Bagi publik pemecatan ini cukup sebagai pelipur lara karena teringat "dosa politik" KPU yang sulit dihapus saat Pilpres 2019. Kecurigaan publik akan peran KPU dalam sukses Pilpres yang memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Walaupun konstelasi telah berubah dimana pasangan yang dikalahkan Prabowo-Sandi kini telah menjadi "anak manis" di Kabinet Jokowi-Maruf, akan tetapi pendukung dahulu PS-Uno nampak masih menyimpan kekecewaan, kepenasaran, serta kejengkelan kepada berbagai pihak, termasuk dan khususnya pada KPU yang diketuai Arief Budiman.

Membuat kotak suara dari kardus adalah kreasi yang menjadi bahan candaan. Simbol penggambaran sang Ketua KPU yang duduk di atas kotak suara kardus bergembok. Keamanan yang diragukan. Mengumumkan hasil pemilu tengah malam seperti takut jika diterawang di siang hari. Pemilu hantu yang menghasilkan pemenang yang digugat ke MK dengan hasil yang terus menghantui.

Kini Arief Budiman dipecat dari jabatan Ketua karena melanggar kode etik. Apapun itu tentunya menyakitkan. Pemimpin yang tidak berhati-hati karena berpijak pada keangkuhan otoritas kekuasaan. KPU mulai bergoyang lagi setelah kasus Harun Masiku berhasil diredam dengan hilangnya Harun. Konon ia meninggal misterius.

Meninggal dengan menyisakan misteri terjadi juga pada Ketua KPU terdahulu Husni Kamil Malik yang meninggal 7 Juli 2016. Setahun setelah Pilpres yang memenangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Aktivis Golkar saat itu Mochtar Ngabalin mencurigai kematian Husni Malik karena diracun. Ada bercak merah di wajah jenazah dan mengusulkan untuk diotopsi. Pihak keluarga membantah.

Merasakan suasana batin saat Pilpres 2019 lalu atas peran KPU dan kritik tajam pada Ketua KPU, maka wajar walau selintas saja ketika mendengar Arief Budiman dipecat spontan meneriakkan "hore". Biarlah Arief melakukan pembelaan entah melalui PTUN atau lainnya. KPU menjadi sorotan kembali dan publik "terpaksa" menonton kursi yang sedang bergoyang.

Semoga semua anggota Komisioner KPU berbenah dan melakukan evaluasi atas integritas diri yang mungkin karut marut. Sadar bahwa tidak ada kesalahan yang dapat tertutupi selamanya.

Ada saat sanksi dikenakan pada ulah berlebihan dalam mempermainkan kebenaran moral yang dijunjung tinggi oleh seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Kolom Komentar


Video

Gempa Mamuju, Ustad Das\'ad Latif Nyaris Jadi Korban

Jumat, 15 Januari 2021
Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021

Artikel Lainnya

Mendorong Koalisi Masyarakat Sipil Lapor Ke Pengadilan Kejahatan Internasional
Publika

Mendorong Koalisi Masyarakat..

16 Januari 2021 12:36
In Memoriam Yazirwan Uyun: Selamat Jalan Sahabat Yang Baik Hati
Publika

In Memoriam Yazirwan Uyun: S..

15 Januari 2021 11:49
Dalam Hal Tolak Vaksin, Aceh Berkerabat Dengan Rusia
Publika

Dalam Hal Tolak Vaksin, Aceh..

15 Januari 2021 11:25
Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Institusi Polri, Indonesia Maju, Dan Persatuan Nasional
Publika

Jenderal Listyo Sigit Prabow..

15 Januari 2021 09:58
Pesta Raffi Dan Ahok Mengolok Negara
Publika

Pesta Raffi Dan Ahok Mengolo..

15 Januari 2021 09:26
Komjen Listyo Sigit Dan Angin Segar Kebhinnekaan Kita
Publika

Komjen Listyo Sigit Dan Angi..

15 Januari 2021 01:40
No Threat Of Radicalism
Publika

No Threat Of Radicalism

14 Januari 2021 22:57
Hore, Ketua KPU Dipecat
Publika

Hore, Ketua KPU Dipecat

14 Januari 2021 09:40