Drama Menyedihkan Risma

Kamis, 07 Januari 2021, 10:54 WIB

Tri Rismaharini/Net

KETIKA diumumkan enam menteri baru hasil reshuffle, maka dua menteri kejutan langsung disorot yaitu Yaqut Menag dan Risma Mensos. Sebenarnya tiga dengan Uno Menpar karena posisi awal sebagai Cawapres.

Yaqut Ketua Banser dipertanyakan dalam konteks keagamaan yang kontroversial terutama atas aksi berlebihan menjaga gerejanya, sementara Risma figur unik dan banyak pernak pernik saat menjadi Walikota Surabaya.

Kini sebagai Mensos menggantikan Juliari teman separtainya yang menjadi pesakitan kasus korupsi bansos, rupanya karakter Risma sebagai Walikota masih berlanjut. Aktingnya belum berubah.

Kegiatan Bu Menteri pertama adalah blusukan ke bantaran Kali Ciliwung. Berdialog dengan pembawa gerobak sampah di atas jembatan dan tuna wisma di kolong jembatan. Juru foto beraksi lalu disebar ke berbagai media.

Aksi blusukan berikut ternyata Risma menemukan gelandangan di Sudirman Thamrin. Banyak yang terkejut sebab selama ini tidak pernah ada gelandangan atau tuna wisma di bilangan Sudirman-Thamrin.

Wagub DKI pun mempertanyakan keanehan ini. Kecurigaan mulai muncul, diantaranya publik mengusulkan membuka CCTV di area. Ada rekayasa apa? Netizen menampilkan foto gelandangan yang memainkan HP dan hand setnya.

Ada penelusuran dan dugaan gelandangan atau PMKS yang ditemui Risma adalah massa PDIP yang berada di area penjualan poster Soekarno. Meskipun yang bersangkutan tidak mengaku, namun dipastikan penelusuran akan berlanjut.

Jika terbukti hal ini benar maka bukan saja ini sebagai pecitraan yang dilakukan Risma tetapi juga kebohongan atau penipuan publik.

Pemerintah DKI telah memerintahkan Dinsos Pemprop DKI untuk mengejar identitas dari gelandangan yang ditemui Mensos Risma dalam acara blusukannya tersebut.

Lebih jauh, andai gelandangan itu terbukti buatan, maka apa yang dilakukan Risma bukan juga semata penipuan publik tetapi sudah merupakan perbuatan kriminal.

Mengingat disebar melalui media sosial, maka Risma terancam pelanggaran UU ITE yang berkaitan dengan hoax. Serupa dengan kasus Ratna Sarumpaet yang berbohong dirinya telah dianiaya. Ratna divonis pengadilan 2 tahun.

Pencitraan itu sah sah saja dilakukan oleh politisi, akan tetapi pencitraan dengan memalsukan fakta tidak boleh dibiarkan. Pencitraan palsu itu mempermainkan, membodohi, dan menipu rakyat.

Biar kapok Risma si ibu Mensos rasa Walikota yang "over acting" ini harus diproses secara hukum.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Kolom Komentar


Video

Gempa Mamuju, Ustad Das\'ad Latif Nyaris Jadi Korban

Jumat, 15 Januari 2021
Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021

Artikel Lainnya

Mendorong Koalisi Masyarakat Sipil Lapor Ke Pengadilan Kejahatan Internasional
Publika

Mendorong Koalisi Masyarakat..

16 Januari 2021 12:36
In Memoriam Yazirwan Uyun: Selamat Jalan Sahabat Yang Baik Hati
Publika

In Memoriam Yazirwan Uyun: S..

15 Januari 2021 11:49
Dalam Hal Tolak Vaksin, Aceh Berkerabat Dengan Rusia
Publika

Dalam Hal Tolak Vaksin, Aceh..

15 Januari 2021 11:25
Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Institusi Polri, Indonesia Maju, Dan Persatuan Nasional
Publika

Jenderal Listyo Sigit Prabow..

15 Januari 2021 09:58
Pesta Raffi Dan Ahok Mengolok Negara
Publika

Pesta Raffi Dan Ahok Mengolo..

15 Januari 2021 09:26
Komjen Listyo Sigit Dan Angin Segar Kebhinnekaan Kita
Publika

Komjen Listyo Sigit Dan Angi..

15 Januari 2021 01:40
No Threat Of Radicalism
Publika

No Threat Of Radicalism

14 Januari 2021 22:57
Hore, Ketua KPU Dipecat
Publika

Hore, Ketua KPU Dipecat

14 Januari 2021 09:40