Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Polda Sumut Tetapkan Bupati Labura Dan Labusel Tersangka Dugaan Korupsi DBH PBB

Ilustrasi/Net

Penyidik Subdit III/Tipidkor Direktorat Reskrimsus Polda Sumatera Utara menetapkan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Kharudin Syah (KSS) dan Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Wildan Aswan Tanjung (WAT) sebagai tersangka.

Kedua kepala daerah tersebut diduga melakukan korupsi terkait Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

"Iya, keduanya (Bupati Labura dan Labusel) sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana kepada wartawan, Jumat (4/12).

Selanjutnya, kata dia, penyidik akan menjadwalkan pemanggilan untuk pemeriksaan kedua kepala daerah tersebut sebagai status tersangka.

KSS dan WAT sudah pernah diperiksa penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut.

Sebelumnya, Rony Samtana menyebutkan, pihaknya sedang mengintensifkan proses penyidikan kasus dugaan korupsi DBH dan PBB yang melibatkan kepala daerah.

"Kita sedang memantapkan proses penyidikan untuk kepala daerah Bupati Labura dan Labusel," kata Rony kepada wartawan, Jumat (16/10).

Rony menegaskan, kasus dugaan korupsi DBH PBB Kabupaten Labura dan Labusel sudah tahap penyidikan. Pihaknya sudah menetapkan sejumlah tersangka.

"Penanganan kasusnya masih berjalan. Kita sedang memantapkan proses penyidikan untuk status tersangka," ujarnya.

Polda Sumut telah menetapkan lima tersangka dugaan korupsi DBH PBB Kabupaten Labusel dan Labusel.

Kelimanya adalah, MH, Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Labusel dan SL, Kabid Pendapatan tahun 2016. Sedangkan untuk Kabupaten Labura, masing-masing AFL, Kepala DPKD Labura tahun 2013, FID Kepala DPKD tahun 2014, dan AP Kabid Pendapatan tahun 2013, 2014, dan 2015.

Rony mengatakan, pihaknya telah mendapatkan data atas kerugian negara yang disebabkan penyelewengan DBH PBB Labura dan Labusel sehingga dilakukan penetapan tersangka.

"Sudah kita temukan kerugian kerugian negara kasus itu. Doakan saja semoga kasus ini cepat selesai," ucapnya.

Rony juga menyebutkan, untuk saksi dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa sebanyak 22 orang. Masing-masing saksi tersebut untuk Kabupaten Labura sebanyak 12 orang, dan Kabupaten Labusel sebanyak 10 orang.

Artikel Lainnya

Ringankan Beban Korban Bencana Di Kalsel Dan Sulbar, Polda Sumut Kirim Bantuan Sembako Dan Obat-obatan

Ringankan Beban Korban Bencana..

Kamis, 21 Januari 2021
Komjen Listyo Sigit: Senior Punya Ruang, Junior Berprestasi Diberi Kesempatan

Komjen Listyo Sigit: Senior Pu..

Rabu, 20 Januari 2021
Ratusan Rumah Terendam, Kapolres Pemalang Tinjau Dan Berikan Bantuan Untuk Korban Banjir Ulujami

Ratusan Rumah Terendam, Kapolr..

Rabu, 20 Januari 2021
Bekuk 23 Pelaku Teroris Di Lampung, 32 Personel Densus 88 Naik Pangkat Luar Biasa

Bekuk 23 Pelaku Teroris Di Lam..

Rabu, 20 Januari 2021
Anggota Terlibat Narkoba, Komjen Listyo Sigit: Pecat Dan Pidanakan!

Anggota Terlibat Narkoba, Komj..

Rabu, 20 Januari 2021
Listyo Sigit Bakal Sinergikan Ulama-Umara Tekan Intoleransi Dan Tingkatkan Pemahaman Pancasila

Listyo Sigit Bakal Sinergikan ..

Rabu, 20 Januari 2021
Komjen Sigit Ingin Masyarakat Rasakan Pelayanan Polisi Semudah Memesan Pizza

Komjen Sigit Ingin Masyarakat ..

Rabu, 20 Januari 2021
Komjen Listyo Sigit Paparkan 6 Sasaran Prioritas Polri Di Tahun 2021

Komjen Listyo Sigit Paparkan 6..

Rabu, 20 Januari 2021
Kepolisian Negara Republik Indonesia