Farah.ID
Farah.ID

Jualan Batik Lebih Dari Rp 1 Miliar, Dubes Umar Hadi Dapatkan Rekor MURI

LAPORAN: YELAS KAPARINO
  • Senin, 30 November 2020, 07:53 WIB
Jualan Batik Lebih Dari Rp 1 Miliar, Dubes Umar Hadi Dapatkan Rekor MURI
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul menjadi perwakilan Indonesia pertama yang menggelar peragaan dan penjualan batik secara virtual. Kegiatan yang mengusung tema “Buy Batik, Wear the Art, Respect the Artist” itu diikuti tidak kurang dari 6.500 orang.

Secara khusus, KBRI menggandeng Yayasan Batik Indonesia (YBI), dua desainer kenamaan, Novita Yunus dan Ai Syarif, serta Puteri Indonesia 2020 untuk membantu pengrajin batik yang terkena dampak pandemi COVID-19.

Tidak hanya melakukan pendekatan penjualan secara retail, KBRI Seoul juga mengupayakan tercapainya penjualan dengan sistem contract sales.

Nilai transaksi yang dibukukan dalam kegiatan diplomasi terpadu yang disaksikan tak kurang dari 6.500 orang itu tercatat lebih dari Rp 1 miliar.

Atas prestasi yang diraih ini, Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) pun memberikan penghargaan untuk KBRI Seoul dan Dutabesar Umar Hadi.

Penghargaan disampaikan langsung oleh pendiri MURI, Jaya Suprana, yang juga hadir di ruang virtual.

Jaya Suprana menyampaikan bahwa MURI memberikan penghargaan atas prestasi superlatif Kedutaan pertama di dunia yang melaksanakan pangelaran sekaligus penjualan busana batik secara daring.

Dalam sambutannya, Dubes Umar Hadi mengatakan, batik selalu hadir dalam setiap fase kehidupan masyarakat Indonesia.

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada livelihood usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Batik. Turunnya omset para pengrajin perlu ditanggulangi dengan upaya yang lebih kreatif dari berbagai kalangan.

Dalam rangka menyambut tahun 2021 sebagai “International Year of Creative Economy” di mana Indonesia akan menjadi tuan rumah “The 2nd World Conference on World Creative Economy”, KBRI Seoul adalah Perwakilan RI pertama yang membentuk fungsi baru yang khusus menangani ekonomi kreatif dan digital.

Sambung Dubes Umar Hadi lagi, fungsi baru ini bertugas untuk menangani promosi sektor ekonomi kreatif, termasuk 17 sub-sektor, antara lain mencakup batik dan fesyen, serta aksesnya ke platform digital di Korea Selatan.

Dia menambahkan, di tahun 2021, ditargetkan batik akan masuk ke platform online berbasis buatan tangan di Korsel dan diharapkan akan dengan mudah ditemui di Dongdaemun Desain Plaza, ikon industri desain di Korsel tahun 2021.

Sementara Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, beserta Yanti Airlangga yang merupakan Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia, menyampaikan pesan khusus dalam acara virtual tersebut.

Menko Airlangga menilai, kegiatan yang diselenggarakan KBRI Seoul ini adalah salah satu langkah strategis dukungan Perwakilan RI untuk memulihkan ekonomi nasional.

Adapun Yanti Airlangga menambahkan, kegiatan serupa perlu ditindaklanjuti oleh Perwakilan RI di belahan dunia lainnya dalam rangka mempromosikan batik tulis dan cap.

Penghargaan Dutabesar Batik

Sebagai wujud apresiasi kepada para penggerak promosi batik di Korsel, KBRI Seoul dan Yayasan Batik Indonesia juga menyampaikan penghargaan “Indonesian Batik Ambassador” kepada para pemimpin perusahaan terkemuka di Korsel, yakni Mr. Kim Jhi Yong, President Director of Posco Krakatau;  Mr. Lee Kang Hyun, Vice President of Hyundai Motor Asia Pacific Headquarter; Mr.Lee Chang Hyun,  President Director  of LG International Indonesia; Mr. Kang Jong Won, President Director  of  Lotte Chemical Indonesia; Mr. Park Jong Jin, CEO of PT. Bank KEB Hana Indonesia; serta Mrs. Daisy Park, Country Manager of Visit Indonesia Tourism Office VITO.

Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Miss Han Yoo Ra yang menjadi influencer yang juga mempromosikan batik di Korsel.

Kegiatan Diplomasi Batik Terpadu terdiri atas tiga segmen, yaitu Batik business matchmaking, Batik Fashion and Talk show, dan Instagram live batik hunting.

Kehadiran Puteri Indonesia 2020, Rr. Ayu Maulida Putri, Ibu Sari Agus Suparmanto, dan Ibu Coreta Louise Putut Bayuseno dari Yayasan Batik Indonesia membuat acara semakin bersemangat.

Duta Besar perempuan dan istri-istri Duta Besar negara sahabat di Seoul turut memeriahkan acara. Diaspora Indonesia di Korea Selatan, Mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies dan Busan University of Foreign Studies juga turut menambah semarak acara.

ARTIKEL LAINNYA