Cerita Duka Koalisi Tetangga

Jumat, 27 November 2020, 10:24 WIB

Nasrudin Hoja/Net

TETANGGA adalah lingkungan terdekat untuk berbagi cerita. Bercengkerama, bersenda gurau, hingga bertengkar. Ada suka dan duka dalam bermitra. Mengisi ruang bangsa dan negara.

Istri Nasrudin Hoja kesal pada suaminya sang sufi. Sambil menggerutu meminta Nasrudin agar keluar rumah untuk mencari nafkah. Kemiskinan membuatnya menderita. Keluarlah Hoja bersujud dan berdoa keras berharap Allah memberi uang kepadanya.

Tetangganya yang melihat dan mendengar Nasrudin berdoa dengan suara keras, segera mempermainkannya dengan melemparkan seratus keping perak ke atas kepalanya.

Nasrudin mengumpulkan uang perak itu dan bergegas masuk ke dalam rumahnya. Tetangganya kaget uangnya dibawa, lalu terjadi pertengkaran. Nasrudin beralasan uang itu pemberian Allah yang dijatuhkan melalui kepalanya. Tetangganya ngotot bahwa itu adalah uang miliknya.

Tetangganya usul agar masalah ini dibawa ke depan Hakim. Akan tetapi Nasrudin menyatakan tak punya sorban, pakaian, dan kuda yang bagus untuk pergi ke kota menghadap Hakim. Lalu tetangganya meminjamkan semua keperluan itu. Demi perjuangan hak dan keadilan.

Di depan Hakim, tetangganya mengadukan masalah yang dipersengketakan. Hakim bertanya tentang argumen Nasrudin Hoja atas gugatan tetangganya.

Nasrudin menjawab bahwa tetangganya itu gila, sikapnya selalu menyatakan segala adalah miliknya. Ketika tetangganya teriak "pak Hakim, memang benar uang perak dan sorban, kuda, serta pakaian yang dikenakan Nasrudin adalah milik saya!" Maka Hakim segera memutuskan. "Saya sudah mengerti".

Nasrudin tersenyum. Menang.

Begitulah jika memiliki tetangga koalisi yang gemar bermain-main. Sementara mitra koalisinya adalah politisi cerdik tapi licik, maka kelak panggung pertunjukan kekuasaan hanya menghasilkan kejengkelan dan senyum-senyum. Bagai peran orang gila di panggung sandiwara. Panggung orang gila yang memimpin negara.

M. Rizal Fadillah

Pemerhati politik dan kebangsaan.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Tiga Memukul Sinuhun
Publika

Tiga Memukul Sinuhun

20 Januari 2021 14:24
Hilangnya Tradisi Politik Dan Norma Demokrasi
Publika

Hilangnya Tradisi Politik Da..

20 Januari 2021 11:31
Arief Poyuono: Salut Untuk Airlangga, Saat OTG Masih Bekerja Untuk Negara
Publika

Arief Poyuono: Salut Untuk A..

19 Januari 2021 20:25
Memperkuat Reformasi Sistem Pembayaran Dengan Koordinasi Sektoral Dan Teknologi Blockchain
Publika

Memperkuat Reformasi Sistem ..

19 Januari 2021 14:01
DPD RI, Macan Ompong Yang Mulai Mengaum?
Publika

DPD RI, Macan Ompong Yang Mu..

19 Januari 2021 13:52
Denny Cagur Dan Tren Politik Selebritas
Publika

Denny Cagur Dan Tren Politik..

19 Januari 2021 11:41
Moon Jae-in, Dilema Antara Donald Trump Dan Joe Biden
Publika

Moon Jae-in, Dilema Antara D..

19 Januari 2021 09:44
Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Di Masa Pandemi
Publika

Mencerdaskan Kehidupan Bangs..

19 Januari 2021 07:23