Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Pembegal Kolonel Marinir, Pemakai Narkoba Sudah Lima Kali Beraksi

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana/Net

Seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bersepeda guna menjaga imunitas disaat pandemi Covid-19, justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan dengan melakukan penjambretan para Pesepeda. Satu perwira Marinir Kolonel (Mar) Pangestu Widiatmoko salah satu pesepeda yang menjadi korban jambret.

Meningkatnya kejahatan jambret terhadap pesepeda apalagi korbanya tidak pandang bulu alias siapa saja, langsung direspon Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana. Mantan Kapolda NTB itu kemudian membentuk Tim Khusus (Timsus) yang terdiri dari Subdit 3 Resmob dan Subdit 4 Jatanras, diketuai oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Fahmi.

Timsus langsung bergerak, melakukan penyelidikan dilapangan guna mengungkap kejahatan ini. Berbekal rekaman CCTV disekitar TKP, akhirnya polisi berhasil menangkap dua orang pelaku begal Kolonel Marinir PW. Ketiganya ialah RHS (32) RY (39). Sementara N dan D masih berstatus DPO.  

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menjelaskan, keempat pelaku memiliki peran berbeda. Tersangka RY alias R menjadi joki dan mengawasi sekitar TKP, sementara RHS sebagai pemetik alias eksekutor. N dan D yang DPO bertugas mengawal temannya menjabret.

"Kedua yang ditangkap (RHS dan RY) positif narkoba (Amphetamin)," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana saat merilis penangkapan tersangka di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (7/11).

Nana mengatakan, kedua pelaku yang berhasil diamankan merupakan residivis dan telah melakukan beberapa kali aksi serupa di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Misalnya, RHS kepada penyidik mengaku melakukan aksi penjambretan lima kali. Satu kali bulan Oktober 2020 di Jakarta Selatan bersama temannya S alias B yang sudah ditangkap, saat itu aksinya gagal. Kemudian, dibulan yang sama saat Car Free Day, ia kembali beraksi disekitar Hotel Indonesia bersama tersangka D (DPO), satu unit ponsel Xiomi dapat digasak.

Pada  hari  Minggu  bulan  Oktober  2020  di  Sarinah  bersama  dengan  Tersangka  D  (DPO) melakukan pencopetan dengan hasil Hp Oppo Warna Biru.

Sementara tersangka RY, Oktober 2020 di Gajah Mada bersama dengan Tersangka N (DPO) menggunakan sepeda motor melakukan jambret dengan korban pengendara sepeda dengan hasil HP OPPO.

Lalu di Mangga  Dua  Jakarta  Pusat  bersama  dengan  Tersangka  N  (DPO) menggunakan  sepeda  motor  melakukan  jambret  dengan  korban  pengendara  sepeda dengan hasil HP Realmi.

EDITOR: IDHAM ANHARI

Artikel Lainnya

Di Mataram, TNI-Polri Bersinergi Gelar Razia Ke Tempat Hiburan Malam

Di Mataram, TNI-Polri Bersiner..

Minggu, 28 Februari 2021
Di Polda Jatim Kini Perpanjang SIM Cukup Melalui Ponsel

Di Polda Jatim Kini Perpanjang..

Minggu, 28 Februari 2021
Polisi Sebut Tak Ada Pelanggaran Hukum Dalam Kerumunan Presiden Di Maumere

Polisi Sebut Tak Ada Pelanggar..

Sabtu, 27 Februari 2021
12 Terduga Teroris Yang Digulung Densus Di Jatim Kelompok JI

12 Terduga Teroris Yang Digulu..

Sabtu, 27 Februari 2021
Panglima TNI Dan Kapolri Bakar Semangat Satgas Nemangkawi Papua

Panglima TNI Dan Kapolri Bakar..

Sabtu, 27 Februari 2021
Densus 88 Gulung 12 Terduga Teroris Di Jawa Timur

Densus 88 Gulung 12 Terduga Te..

Jumat, 26 Februari 2021
Polda Metro Jelaskan Intel Polisi Yang Dituduh Maling Di Kebon Kacang

Polda Metro Jelaskan Intel Pol..

Jumat, 26 Februari 2021
Edukasi RUU Otsus, Pesan Kapolri Kepada Babinsa Dan Bhabinkamtibmas se-Papua

Edukasi RUU Otsus, Pesan Kapol..

Jumat, 26 Februari 2021
Kepolisian Negara Republik Indonesia