Soroti Surat Utang, RR: Prestasi Menkeu "Terbalik" Menguntungkan Kreditor Sebaliknya Merugikan Rakyat

Rizal Ramli/Net

Indonesia berada di urutan ketujuh dari 10 negara pengutang terbesar di dunia.

Indonesia di peringkat ketujuh setelah China, Brazil, India, Rusia, Meksiko, dan Turki. Di bawah Indonesia ada Argentina, Afrika Selatan, dan Thailand.

Bank Dunia melalui rilis International Debt Statistics (IDS) 2021 mencatat, utang luar negeri Indonesia hingga akhir 2019 mencapai 402,08 miliar dolar AS. Utang pemerintah pusat sebesar 233,51 miliar dolar AS, dan sisanya swasta.

Data Bank Indonesia (BI) hingga saat ini, posisi utang pemerintah lebih dari 80 persen berupa surat berharga negara. Surat berharga dapat diperjualbelikan di pasar keuangan yang nilainya bergerak dinamis, bergantung pada ekspektasi investor dalam melihat Indonesia.

Perihal utang ini kembali disoroti Begawan Ekonomi Indonesia Rizal Ramli. Di mana, dia menilai pemerintah melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengambil kebijakan yang merugikan rakyat dan menguntungkan pemberi utang.

"Inilah prestasi Menkeu “Terbalik”, menguntungkan kreditor, tapi sangat merugikan rakyat dan Bangsa Indonesia," ujar RR dalam akun Twitternya, @RamliRizal, Kamis (29/10).

Mantan Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) era Presiden Gus Dur ini turut membandingkan imbal hasil (yield) dari utang Indonesia jauh lebih tinggi ketimbang negara tetangga Vietnam.

Sebab, semakin tinggi imbal hasil yang diharapkan oleh para investor, berarti surat berharga tersebut bernilai semakin murah.

Alasan yang membuat imbal hasil semakin tinggi atau rendah adalah dari kemampuan membayar kewajiban utang, termasuk soal dinamika ekonomi yang terjadi pada negara penerbit surat utang.

"Peringkat Indonesia dan Vietnam sama. Tapi yield surat utang Vietnam (3,5%) lebih rendah dibandingkan Indonesia (8,4%)! Luar biasa ndablek," demikian Rizal Ramli.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Langgar Aturan, Satpol PP Bongkar Lapak PKL di Boyolali

Kamis, 14 Januari 2021
Video

Batal Divaksin Pertama, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Kamis, 14 Januari 2021
Video

Saat-saat HRS Dipindahkan

Kamis, 14 Januari 2021

Artikel Lainnya

Mardani Ali Sera: Saya Setuju Polri Tidak Di Bawah Presiden
Politik

Mardani Ali Sera: Saya Setuj..

16 Januari 2021 00:53
Pesan MUI Ke Listyo Sigit: Kapolri Harus Perkuat Hubungan Dengan Umat Islam
Politik

Pesan MUI Ke Listyo Sigit: K..

16 Januari 2021 00:30
Dekat Dengan Ulama Dan Masyarakat, Kelompok Milenial Yakin Listyo Sigit Bakal Bawa Kesejukan Di Tanah Air
Politik

Dekat Dengan Ulama Dan Masya..

16 Januari 2021 00:29
Kematian Laskar FPI Disimpulkan Bukan Pelanggaran HAM, Nasir Djamil: Tantangan Bagi Kapolri Baru
Politik

Kematian Laskar FPI Disimpul..

16 Januari 2021 00:16
Menparekraf Sandiaga: Ajang MotoGP Harus Jadi Peluang Akselerasi UMKM Tanah Air
Politik

Menparekraf Sandiaga: Ajang ..

15 Januari 2021 23:44
Bencana Datang Bertubi-tubi, Mardani Ali Sera: Momentum Masyarakat Saling Gotong Royong
Politik

Bencana Datang Bertubi-tubi,..

15 Januari 2021 23:32
Meski Harus Diperintah Dulu Oleh Jokowi, Roy Suryo: Saya Objektif, Kinerja Risma Sudah Ok
Politik

Meski Harus Diperintah Dulu ..

15 Januari 2021 23:17
Bantahan Arief Budiman Ke DKPP, Mulai Dari Bukti Surat KPU Hingga Kronologi Menemui Evi Di PTUN
Politik

Bantahan Arief Budiman Ke DK..

15 Januari 2021 23:04