Dilarang Baca 'Muhammad Al Fatih 1453', PPP: Penulis Buku Merdeka Dalam Berpikir

Ahmad Basarah/Net

Buku tokoh Hizbut Tharir, Felix Siauw, berjudul "Muhammad Al-Fatih 1453" dilarang dikonsumsi oleh siswa SMA/SMK di Bangka Belitung.

Hal tersebut disuarakan oleh Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. Dia menyebut HTI merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI Illiza Saaduddin Jamal menyampaikan setiap karya ilmiah harus dihargai dengan kacamata ilmiah bukan kacamata politik.

“Bila organisasi HTI telah dilarang, maka kita menghargai setiap karya ilmiah dari anak bangsa yang sesuai dengan norma, nilai, keyakinan masyarakat kita, serta sesuai dengan asas-asas penting kebernegaraan kita. Maka, selayaknya karya ilmiah di nilai dengan kacamata ilmiah pula bukan dengan kacamata politik,” ujar Illiza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/10).

Legislator dari Fraksi PPP ini mengatakan, penulis sebuah buku memiliki kemerdekaan dalam berpikir. Sehingga tidak boleh adanya pelarangan menerbitkan buku atau melarang masyarakat untuk membacanya.

“Penulis buku adalah merdeka dalam berpikir artinya ada kemerdekaan intelektual yang diyakinin, dan yang harus dituliskan juga adalah kebenaran ilmiah dengan data serta kevaliditasan dalam sumber referensi buku tersebut,” katanya.

“Hak atas intellectual setiap warganegara yang mengejawantahkan dalam media termasuk buku,” imbuhnya.

Menurutnya, tak sepatutnya Ahmad Basarah menyampaikan pelarangan membaca buku Felix Siauw di ruang terbuka.

“Tidak selayaknya mengeluarkan kebijakan yang sifatnya instruksi bagi anak didik atas buku-buku yang belum menjadi bagian dari muatan konten dalam kurikulum Sekolah. Hal yang sama juga berlaku untuk buku-buku yang ditulis oleh Pramudia Ananta Tur yang saat ini dijual bebas ditoko buku,” tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Langgar Aturan, Satpol PP Bongkar Lapak PKL di Boyolali

Kamis, 14 Januari 2021
Video

Batal Divaksin Pertama, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Kamis, 14 Januari 2021
Video

Saat-saat HRS Dipindahkan

Kamis, 14 Januari 2021

Artikel Lainnya

Mardani Ali Sera: Saya Setuju Polri Tidak Di Bawah Presiden
Politik

Mardani Ali Sera: Saya Setuj..

16 Januari 2021 00:53
Pesan MUI Ke Listyo Sigit: Kapolri Harus Perkuat Hubungan Dengan Umat Islam
Politik

Pesan MUI Ke Listyo Sigit: K..

16 Januari 2021 00:30
Dekat Dengan Ulama Dan Masyarakat, Kelompok Milenial Yakin Listyo Sigit Bakal Bawa Kesejukan Di Tanah Air
Politik

Dekat Dengan Ulama Dan Masya..

16 Januari 2021 00:29
Kematian Laskar FPI Disimpulkan Bukan Pelanggaran HAM, Nasir Djamil: Tantangan Bagi Kapolri Baru
Politik

Kematian Laskar FPI Disimpul..

16 Januari 2021 00:16
Menparekraf Sandiaga: Ajang MotoGP Harus Jadi Peluang Akselerasi UMKM Tanah Air
Politik

Menparekraf Sandiaga: Ajang ..

15 Januari 2021 23:44
Bencana Datang Bertubi-tubi, Mardani Ali Sera: Momentum Masyarakat Saling Gotong Royong
Politik

Bencana Datang Bertubi-tubi,..

15 Januari 2021 23:32
Meski Harus Diperintah Dulu Oleh Jokowi, Roy Suryo: Saya Objektif, Kinerja Risma Sudah Ok
Politik

Meski Harus Diperintah Dulu ..

15 Januari 2021 23:17
Bantahan Arief Budiman Ke DKPP, Mulai Dari Bukti Surat KPU Hingga Kronologi Menemui Evi Di PTUN
Politik

Bantahan Arief Budiman Ke DK..

15 Januari 2021 23:04