KAMI Sebagai Jembatan Aspirasi

Rabu, 12 Agustus 2020, 09:42 WIB

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) diperkenalkan di Jakarta/Net

PEMBENTUKAN Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendapat respons bagus di kalangan masyarakat. Ada harapan yang digantungkan kepada koalisi tokoh-tokoh yang tergabung dalam KAMI tersebut.

Dasar penyelamatan adalah menolong negara yang tenggelam akibat salah kelola para penyelenggara negara.

Era pemerintahan Jokowi tercatat kondisi parah hampir di segala bidang baik ekonomi, politik, budaya, maupun agama. Sulit menyebut adanya prestasi dari kinerja kepemimpinannya.

Pandemi Covid-19 sebagai musibah pun masih dijadikan lahan untuk menggerus uang negara melalui peraturan perundang-undangan yang berbau rekayasa.

KAMI nampaknya bukan untuk "kami" tetapi untuk kita. Kita sebagai rakyat yang merasa tersumbat aspirasi oleh hegemoni, oligarkhi, atau tirani.

Para tokoh yang berhimpun dalam koalisi sebagian besar diantaranya adalah para senior yang berkategori "selesai dengan urusan dirinya" artinya memiliki spirit pengabdian penuh untuk mengkontribusikan sisa usia bagi kemashlahatan rakyat, bangsa, dan negara.

Bagi suatu perubahan ke arah yang lebih baik, kekuatan infrastruktur politik tentu menentukan.

Di saat partai politik terkooptasi oleh kekuasaan kapitalistik, kelompok penekan tersandera oleh kekuatan represif, dan media yang menderita sesak nafas akut, maka keberadaan tokoh politik (political figure) yang berhimpun untuk menyuarakan aspirasi rakyat menjadi sangat penting. Sebagai wujud dari gerakan moral politik aspiratif.

Aspirasi publik bergaung untuk keyakinan bahwa menyelamatkan negeri harus dimulai dengan dialog. Dialog agar muncul kesadaran bahwa Presiden sebaiknya mundur dari jabatannya.

Dengan kepemimpinan baru maka langkah pembenahan dilakukan mungkin secara segmenter atau elementer. Seluruhnya berbasis ideologi dan konstitusi.

KAMI adalah fenomena tersendiri. Wadah silaturahmi untuk menyelamatkan negeri. Kiprahnya dinanti oleh rakyat yang semakin terhimpit dan tereliminasi. Koalisi aksi bukan sekedar basa basi tetapi merealisasikan amanat Proklamasi.

"Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain dilaksanakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya".

Dua spirit Proklamasi yaitu merdeka dari penjajahan dan pemindahan kekuasaan harus dilakukan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

KAMI adalah koalisi cerdas, berani, dan berdaya guna.

Berjuang demi kebaikan bangsa dan negara.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Kolom Komentar


Sebelumnya

Mati Muda

Berikutnya

Profesi Laris

Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Mati Muda
Publika

Mati Muda

20 September 2020 18:22
Profesi Laris
Publika

Profesi Laris

20 September 2020 17:06
Kisah Muhammad Dan Samir
Publika

Kisah Muhammad Dan Samir

20 September 2020 14:35
Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?
Publika

Sejarah Pengkhianatan PKI Ak..

20 September 2020 12:02
Mayoritas Dari Lima Prediksi LSI Denny JA Soal Virus Corona Sudah Dan Akan Terbukti
Publika

Mayoritas Dari Lima Prediksi..

20 September 2020 07:44
Peran K3 Dan Program Padat Karya Pemulihan Ekonomi Nasional
Publika

Peran K3 Dan Program Padat K..

20 September 2020 07:35
Penusuk Syekh Ali Jaber Pantasnya Kena UU Teroris
Publika

Penusuk Syekh Ali Jaber Pant..

20 September 2020 04:42
Jangan Sowan Rama Kiai Dulu
Publika

Jangan Sowan Rama Kiai Dulu

19 September 2020 08:37