Medan, Kota Yang Kehilangan Identitas

Menyambut Ulang Tahun Ke-430 Kota Medan)

Balai Kota Medan/Net

BULAN lalu, saya dan beberapa teman berkesempatan ‘pulang’ ke Medan. Aktivitas rutin selain tugas bisnis, tentu kembali keliling Medan menikmati Wisata Kuliner yang tidak boleh ditinggalkan. Karena di Medan cuma ada 2 (dua) jenis makanan saja: 1. Enak, 2. Enak Kali.

Ada yang cukup memprihatinkan ketika berkeliling Kota Medan. Kami mendapati satu persatu Bangunan dan Situs khas Kota Medan mulai dihilangkan, dirobohkan, diganti, atau bahkan dihancurkan...

Gedung-gedung kuno di Daerah Kesawan, mulai berganti ruko-ruko. Gedung Balai Kota yang terlihat kental arsitektur Eropa dan menjadi kebanggaan Kota Medan juga sekarang sekadar menjadi Fasad Hotel Aston.

Villa Kembar peninggalan Belanda di Jalan Pangeran Diponegoro pun kini hilang dan menjelma menjadi Hotel Adimulia. Dan yang cukup memprihatinkan di dekat Bangunan Khas Kota Medan yang dulu dikenal sebagai Titi Gantung, berdiri megah sebuah Vihara.

Dibangunnya gedung modern sebagai bukti kehilangan identitas, entah mall atau hotel berbintang.

Medan memiliki kenangan indah mengenai ruang terbuka hijau. Di kota ini, hingga pertengahan tahun 1990-an masih mudah menemukan ruang terbuka hijau.

Taman-taman kota masih menguasai areal perkotaan, sebelum akhirnya hari ini taman-taman itu berganti dengan bangunan. Bahkan Lapangan Merdeka salah satu ruang publik yang tersisa pun kini disewakan dan digunakan untuk tempat usaha. Kesannya pemerintah memang senang merobohkan dan mengganti dengan yang baru.

Dari pendekatan kultural, jiwa kota ini sudah dihilangkan... sok modern, sok gaul, dan sok maju..

Dari pendekatan sejarah, menghilangkan bukti-bukti sejarah dan sudah menabrak peraturan cagar budaya...

Dari pendekatan tata kota dan estetika, sudah tidak jelas arah hendak kemana biduk kemudi diarahkan...

Ingatan kolektif telah diputuskan... nurani telah dicampakkan...

Lihatlah kota-kota besar dunia.... di Eropa misalnya gedung lama tidak dibongkar bahkan dirawat.... Gedung modern dibangun bukan menumpuk di kota tapi bergeser ke pinggir kota... Ekonomi berputar... khas kota tetap terawat...

Selamat datang generasi baru... generasi baru Medan, generasi tanpa identitas...

Abdullah Rasyid

Direktur Sabang Merauke Institute
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020
Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Makin Ngawur Soal Gibran
Publika

Makin Ngawur Soal Gibran

08 Agustus 2020 07:19
Resesi Dihadapi Dengan Kedunguan
Publika

Resesi Dihadapi Dengan Kedun..

08 Agustus 2020 01:59
Bagaimana Individu Bersiap Hadapi Resesi
Publika

Bagaimana Individu Bersiap H..

07 Agustus 2020 20:44
HMP Versus Pengecut
Publika

HMP Versus Pengecut

07 Agustus 2020 10:03
Mereka Berteriak Dan Mempolitisasi Soal Reklamasi, Kita (Ancol) Memikirkan Kemanusiaan Di Saat Pandemik
Publika

Mereka Berteriak Dan Mempoli..

07 Agustus 2020 09:22
Krisis Akibat Covid-19 Sudah Masuk Tahap Kronis, Dan Recovery Sudah On The Track
Publika

Krisis Akibat Covid-19 Sudah..

07 Agustus 2020 08:47
Boedi Djarot Ribut Khilafah
Publika

Boedi Djarot Ribut Khilafah

06 Agustus 2020 19:41
Pertanian Adalah Kunci
Publika

Pertanian Adalah Kunci

06 Agustus 2020 11:18