Blessing In Disguise

Rabu, 01 Juli 2020, 09:50 WIB

Aksi ANAK NKRI tolak RUU HUP di depan Gedung DPR, 24 Juni 2020/Net

"BLESSING in disguise" terjemah sederhananya keuntungan tersamar. Sesuatu yang mungkin awalnya dianggap buruk ternyata mengandung kebaikan. Sesuatu yang didapat di luar dugaan atau tidak direncanakan. Bahasa agamanya "min haitsu la yahtasib".

Peristiwa politik kini khususnya soal RUU Haluan Ideologi Pancasila adalah hikmah di tengah bencana. Ada "blessing in disguise" bagi bangsa Indonesia dari "skandal" ini.

Sekurangnya empat hal, yaitu:

Pertama, yang biasa teriak-teriak "saya Pancasila" ketika Pancasila diganggu ternyata diam saja. Ini kaum munafikun.

Kedua, umat Islam yang biasa dipojokkan anti Pancasila justru kini terbukti yang berada paling depan dalam membela Pancasila.

Ketiga, umat Islam menjadi bersatu. MUI, NU, Muhammadiyah, Persis, DDII dan lainnya satu sikap. Kekuatan umat tergalang baik pusat maupun daerah.

Keempat, terkuak platform perjuangan PDIP yang dapat melemahkan atau potensial mengubah dan membahayakan Pancasila. Ada Trisila dan Ekasila.

Awalnya tentu percaya diri PDIP sebagai pengusul untuk dapat melalui proses tahapan menuju RUU tanpa hambatan. Mayoritas fraksi DPR bisa dilobby. Saat ketuk palu di paripurna yang dinilai cacat hukum pun tidak ada yang protes. Mulus saja.

Setelah menjadi RUU barulah menggelombang aksi protes. Berbagai pernyataan sikap dikeluarkan oleh elemen-elemen masyarakat. Penolakan luar biasa masif. Isu RUU beraroma PKI dan Komunisme terus menggema. PDIP kalang kabut menjadi tertuduh.

Pandangan agama "blessing in disguise" adalah kebenaran yang sesuai dengan rencana Allah. Artinya makar manusia yang belum tentu terealisasi. Dapat berantakan.

"Wa makaruu wa makarallah, wallahu khoirul maakiriin" (Mereka punya makar dan Allah punya makar pula. Dan Allah lah sebaik-baik pembuat makar) - QS Ali Imron 54.

RUU HIP sejak awal adalah makar (rencana) itu namun Allah tunjukkan akan makar-Nya. Kini terbukti makar Allah sedang berjalan. Kita akan melihat betapa hebat Allah membuka kedok makar manusia. Allah itu sebaik baik pembuat makar (rencana).

"Blessing in disguise" bagi orang yang beriman adalah bukti-bukti. Umat Islam sepanjang berjuang keras di jalan-Nya maka akan ada banyak menerima "blessing in disguise".

Oleh karenanya pada bidang apapun di samping melakukan langkah kalkulatif mengikuti hukum sebab akibat, namun mesti mendapatkan dan kejar pula "karunia Allah yang tak terduga" melalui sebab perjuangan yang berani dan sungguh-sungguh.

"Walladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa" (Dan mereka yang bersungguh-sungguh berjuang di jalan Allah, maka pasti Allah akan membukakan jalan-jalan-Nya) - QS Al Ankabuut 69.

"Nashrun minallah, wa fathun qariib" (Pertolongan itu dari Allah dan kemenangan pun dekat) - QS AS Shaff 13.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Kolom Komentar


Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020
Video

Agak Sulit ya Ternyata Bekerja Dengan Baik dan Benar

Minggu, 05 Juli 2020
Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020

Artikel Lainnya

Tolak RUU Pengganti Dan Bubarkan BPIP
Publika

Tolak RUU Pengganti Dan Buba..

08 Juli 2020 09:33
Inovasi Eucalyptus Vs Keraguan Ilmiah
Publika

Inovasi Eucalyptus Vs Keragu..

08 Juli 2020 06:26
Ilham Bintang, Djoko Tjandra Dan Manusia Digital
Publika

Ilham Bintang, Djoko Tjandra..

08 Juli 2020 00:08
Mengkaji Kebijakan Ekspor Benur Lobster
Publika

Mengkaji Kebijakan Ekspor Be..

07 Juli 2020 21:30
Ideologi Gatot Nurmantyo Dan Gerakan Anti RUU HIP: Catatan Wawancara Dengan Rosi
Publika

Ideologi Gatot Nurmantyo Dan..

07 Juli 2020 19:40
Skandal Politik Pilpres Usut Tuntas
Publika

Skandal Politik Pilpres Usut..

07 Juli 2020 12:44
Bancakan Dana CSR
Publika

Bancakan Dana CSR

07 Juli 2020 09:59
Perkutut Manggung: Keselarasan Alam Kembali?
Publika

Perkutut Manggung: Keselaras..

06 Juli 2020 14:37