DUTABESAR ARMENIA DZIUNIK AGHAJANIAN

Tidak Ada Yang Membahayakan Integrasi Anda

Dubes Republik Armenia, Dziunik Aghajanian/RMOL

DUBES Republik Armenia, Dziunik Aghajanian, mulai bertugas di Jakarta bulan Juni 2018. Selain untuk Indonesia, wanita kelahiran Yerevan, 10 Oktober 1966, ini adalah juga Dubes Armenia untuk Malaysia dan ASEAN.

Sebelum bertugas di Jakarta, antara Maret 2011 sampai Maret 2018, Dubes Aghajanian bertugas sebagai Dubes Armenia di Kerajaan Belanda.

Juga antara 2011 sampai 2018, Dubes Aghajanian bertugas sebagai Perwakilan Tetap Republik Armenia di Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Dalam pertemuan di Kantor Kedubes Armenia di Jalan Denpasar II, Jakarta Selatan, juga dibahas hubungan bilateral Indonesia dan Armenia yang baru dimulai di akhir tahun 2013. Menurut Dubes Aghajanian, ada banyak hal yang harus terus dilakukan kedua negara agar hubungan yang ada semakin baik. Sejauh ini kerjasama bidang politik kedua negara sangat baik.

Dia juga menceritakan sejarah hubungan kedua negara dan bangsa yang dimulai sejak era 1600an. Bangunan peninggalan komunitas Armenia di Indonesia masih dapat ditemukan di Surabaya. Sementara dua gereja Armenia yang pernah ada di Jakarta sudah tidak dapat ditemukan lagi.

Berikut petikannya:


Bagaimana Indonesia dan Armenia memulai hubungan diplomatik?

Indonesia dan Armenia adalah dua negara yang terbilang baru dalam konteks dunia modern. Indonesia merdeka di tahun 1945. Dan kami mendapatkan kembali kemerdekaan kami di tahun 1991 setelah referendum dan memisahkan diri dari Uni Soviet.

Tetapi Armenia adalah negeri yang sangat tua, dan bangsa Armenia sudah eksis beberapa milenium. Bangsa Armenia juga dikenal karena aktivitas perdagangan. Sebagai bangsa yang sangat aktif dalam perdagangan, bangsa Armenia memiliki hubungan ekonomi dengan semua kekuatan pada saat itu. Begitulah sehingga komunitas Armenia bisa berada di Indonesia. Sejak era 1600an. Lebih dari 300 tahun komunitas Armenia eksis di Indonesia sampai tahun 1945. Kebanyakan orang Armenia pergi setelah Perang Dunia Kedua.

Sekarang Anda mendapatkan informasi tentang Indonesia yang Anda tidak tahu. Sebetulnya, hotel tertua yang ada di Indonesia, Hotel Majapahit di Surabaya, didirikan oleh keluarga Armenia, Sargis Brothers. Dan tahun ini mereka akan merayakan ulang tahun ke-110 hotel itu.

Bangsa Armenia melakukan perjalanan dan berdagang dari Venice hinga Kalkuta. Mereka adalah pedagang besar rempah-rempah sepanjang Jalur Sutra. Beberapa keluarga Armenia di masa itu satu-satunya yang mendapatkan lisensi dari Shah Persia untuk berdagang di wilayah mereka. Begitulah caranya kebanyakan komunitas Armenia berada di berbagai negara, dan begitu juga caranya keluarga Armenia bisa berada di Indonesia. Karena, Indonesia, juga merupakan produsen rempah-rempah pada saat itu.

Selain Hotel Majapahit di Surabaya, apakah ada tempat lain yang didirikan oleh keluarga Armenia?

Saat ini kami tidak memiliki banyak peninggalan di Indonesia. Tidak seperti di Singapura, dimana kami masih memiliki Gereja Armenia yang berdiri di pusat kota.

Kami dulunya punya gereja di Jakarta yang diruntuhkan di era 1950an. Tadinya berada di tempat yang sekarang menjadi Monumen Nasional.

Tadi Anda katakan di tahun 1945 warga Armenia meninggalkan Indonesia. Mengapa?

Ketika Perang Dunia Kedua, banyak orang Armenia yang ditahan di kamp-kamp Jepang. Setelah Perang Dunia Kedua mereka pergi. Beberapa tinggal sampai 1970an.

Konsentrasi orang Armenia ada di Jakarta dan Surabaya. Di Surabaya masih ada bagian dari Gereja Armenia yang sekarang berada di komplek sekolah Tionghoa Kristen. Kepemilikan gereja itu diberikan kepada komunitas Tionghoa Kristen. Anda masih bisa menemukan tulisan dalam huruf Armenia di dinding bangunan itu. Bangunan gereja masih utuh, furniture juga masih ada. Tetapi sangat disayangkan mereka merubuhkan menara lonceng.

Itu adalah satu-satunya peninggalan gereja Armenia yang masih ada. Yang lainnya sudah tidak ada lagi. Di area Monas, pemerintah memutuskan untuk menggunakan area tersebut dan sebagian besar komunitas Armenia juga sudah tidak ada, maka diputuskan untuk merubuhkan bangunan itu dan mendirikan gedung baru. Sangat umum dalam situasi sesudah revolusi untuk membangun sesuatu yang baru.

Lantas, kapan Indonesia dan Armenia memulai hubungan diplomatik?

Hubungan diplomatik kedua negara dimulai setelah Armenia mendapatkan kembali kemerdekaannya pada 1992. Masih sangat muda. Republik Armenia Ketiga masih sangat muda. Armenia membuka Kedutaan di Jakarta di akhir tahun 2013.

Sejak itu hubungan kedua negara menjadi semakin dekat.  

Saat ini kita sedang bekerja untuk memperluas hubungan ekonomi, karena masih belum banyak, karena jarak dan masalah transportasi antar dua negara yang sangat berjauhan.

Juga karena pada faktanya produk-produk Armenia saat ini tidak dikenal pasar Indonesia. Kami perlu membuat pasar Indonesia mengenal produk Armenia.

Bisa Anda jelaskan berbagai produk dari Armenia?

Kami memproduksi buah-buahan dan sayur-sayuran yang sangat baik yang tidak ditanam dan tidak bisa bertumbuh di sini karena perbedaan iklim. Semua jenis stone fruits seperti pear, apricot, peach, plum, pomegranate, angur dan sebagainya. Atau sayur-sayuran seperti paprika, terong, kembang kol dan sebagainya. Juga kami menanam berbagai varietas biji-bijian karena menjadi bagian dari menu makanan kami. Sangat bagus, sangat kaya, dan sangat enak. Juga sangat sehat. Ada banyak jenis kacang-kacangan, buah-buahan kering. Kami memproduksi semuanya dari sayur dan buahan yang segar yang ditanam secara alamiah dan organik, sampai yang sudah diproses, dari yang dikeringkan sampai yang diawetkan.

Semua jenis buah dan sayuran ini dapat diekspor, dan sebenarnya konsumen Indonesia harus mengetahui dan mencicipinya untuk dapat mengetahui mana yang mereka suka dan mana yang mereka kurang suka. Rasanya berbeda.
 
Apa yang saya pahami, orang Indonesia mencampur semuanya dengan gula. Bagi kami, kalau gurih, ya gurih. Kalau manis, ya manis. Tidak ada kebingungan mengenai hal itu.

Saya kira ini memberikan peluang untuk merasakan perbedaan cita rasa. Kalau tidak, gula akan mengalahkan rasa yang lain. Anda tidak dapat merasakan hal yang lainnya.

Bagi kami, setiap ingredients diperhitungkan. Kentang harus terasa seperti kentang, tomat harus terasa seperti tomat, timun harus terasa seperti timun, dan seterusnya.

Kami adalah salah satu pembuat anggur (wine) paling tua. Sebenarnya fasilitas pembuatan anggur tertua yang ditemukan di Armenia berasal lebih 6.100 tahun lalu. Jadi 6.000 tahun lalu kami sudah membuat anggur seperti kita membuat anggur sekarang ini.  

Itu sebabnya saya katakan, kami sangat tua, tetapi juga sangat muda.

Saat ini kami mengeskpor berbagai macam juice ke Singapura.

Sementara, apa yang tumbuh di sini tidak bisa tumbuh di Armenia. Dengan demikian, ini bisa saling melengkapi satu sama lain. Kita bisa berdagang dengan komoditas kita masing-masing.

Apakah banyak orang Armenia yang bisa mengkonsumsi buah-buahan tropis yang kami miliki?

Durian, tidak. Tetapi mangga, iya. Kami mengimpor banyak mangga, manggis, nenas, dan pisang, kenapa tidak dari Indonesia. Kami mendapatkan kopi dari sini. Hampir semua kopi, atau saya bisa katakan dalam jumlah yang signifikan berasal dari Indonesia.

Tapi kami mengolahnya (brew) dengan cara yang berbeda. Itu yang membuat rasanya berbeda. Kopi Indonesia terasa lebih baik dengan sistem brewing kami.

Kami kelihatannya perlu mengimpor sistem brewing kopi dari Armenia…

Sebetulnya kami mengekspor kopi yang telah kami proses ke negara-negara lain.

Mengapa sistem brewing Armenia membuat kopi terasa lebih baik?

Saya kira karena prosesnya yang lambat yang tidak merusak biji kopi. Itu membuat rasa kopi lebih nikmat dan kita bisa menikmatinya.

Apakah ada informasi mengenai volume perdagangan Indonesia dan Armenia?

Volume perdagangan Indonesia dan Armenia tidak besar. Sangat disayangkan. Kami umumnya mendapatkan kopi, coklat, dan furniture dari Indonesia. Dan Anda hampir tidak mendapatkan apapun dari kami. Kita harus bekerja. Karena kita sebenarnya bisa membuat perdagangan yang baik.

Sebagai tambahan, kami memiliki banyak tenaga ahli di berbagai bidang yang bisa bekerja sama dengan Indonesia melalui program bersama.

Beberapa rekan kami yang sekarang tinggal di Indonesia adalah profesional yang baik. Mereka bekerja di berbagai sektor. Di sektor IT, sektor penerbangan, dan kimia. Ada banyak sektor dimana kami memiliki tenaga professional yang baik.

Berapa banyak warga Armenia yang bekerja di Indonesia. Apakah ada jumlahnya?

Ya, kami punya jumlahnya. Mereka sekitar lima atau enam keluarga. Tidak banyak.

Apakah ada keluarga Indonesia yang tinggal di Armenia?

Saat ini ada satu keluarga Indonesia di Armenia. Anda tahu apa yang mereka lakukan di sana? Mereka punya seorang anak yang sangat berbakat dalam permainan catur. Mereka ke Armenia untuk memberikan kesempatan kepada anak mereka untuk dapat bermain catur dengan lebih baik lagi.

Jadi kami sedang membina calon juara dunia catur di masa depan dari Indonesia.

Sudah berapa lama mereka tinggal di Armenia?

Kurang lebih setahun.

Berapa usia anak itu?

Sekitar delapan tahun.

Catur adalah salah satu olahraga besar kami. Kami memiliki pemain catur yang menjadi juara dunia, tiga kali memenangkan pertandingan Olimpiade catur.

Jadi sejauh ini, kerjasama terbesar Indonesia dan Armenia di bidang apa?

Politik. Kerjasama politik. Semua orang saling membutuhkan di dunia. Ukuran tidak penting. Jumlah populasi tidak penting. Karena setiap negara unik. Kita tidak bisa menyingkirkan suatu negara dan berpikir bahwa dunia akan lebih baik tanpa negara tersebut.

Bisa Anda sebutkan sejumlah proyek politik yang dikerjakan Indonesia dan Armenia?

Contohnya Hari Catur Dunia. Ini salah satu inisiatif kami yang didukung Indonesia dan telah disetujui oleh PBB pada Desember 2019. Sekarang dalam kalender dunia ada satu hari yang didedikasikan untuk catur, untuk mempelajari, dan untuk mempromosikannya, yaitu 20 Juli.

Kami pun mendukung banyai inisiatif Indonesia di PBB.  Kami mendukung inisiatif Indonesia tentang ekonomi kreatif. Ada banyak area dimana kedua negara bekerja bersama. Kami memberikan dukungan untuk banyak inisiatif Indonesia mengenai peace keeping. Kedua negara bekerja sama dalam bidang ini. Indonesia menyediakan pasukan penjaga perdamaian, kami juga begitu. Ada banyak area dimana kita bekerja sama.

Sekarang kami bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi RI dalam bidang artificial intelligence (AI) dan inkubasi bisnis dan start up. Kami memiliki pengalaman yang bagus dan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan area ini. Inisiatif yang baru, dimulai tahun lalu. Kami berharap bisa sukses, dan bisa melakukan lebih banyak lagi di masa depan.

Sudah berapa lama Anda bertugas di Jakarta?

Kira-kira satu setengah tahun.

Bagaimana Anda menilai Indonesia sejauh ini?

Anda tahu, ini negeri yang sangat vibrant dan sangat beragam. Anda tidak bisa memberikan penilaian terhadap negara ini hanya dengan berada di satu tempat. Itu sebabnya saya mengambil kesempatan untuk melakukan perjalanan mengunjungi sebanyak mungkin kota dan menemui sebanyak mungkin orang.

Saya dapat katakan bahwa Indonesia sebagai negara yang besar, memiliki aspirasi yang sangat besar, dan juga memiliki peluang yang besar, karena posisi geografis yang strategis, ukuran wilayah, jumlah populasi, skala dan cakupan ekonomi. Tetapi saya rasa tantangannya adalah bagaimana menyakinkan semua masyarakat mengikuti aspirasi itu dan berjalan dalam gerakan maju yang sama.

Di banyak negara termasuk di negara saya, dimana kami memulai pada titik awal yang berbeda dibandingkan dengan titik awal Anda, kami melihat kesibukan dan dorongan ke arah kesejahteraan, dimana masih terdapat jumlah masyarakat yang cukup signifikan yang masih tertinggal.

Dan itu menciptakan tantangan secara ekonomi dan sosial. Bila kita tidak menyelesaikannya secara tepat itu bisa berubah menjadi tantangan politik.

Jadi saya kira keuntungan Indonesia pada saat ini adalah bisa mempelajari kesalahan yang dibuat oleh negara lain yang pernah melalui rute yang sama. Setidaknya, berusaha untuk menghindari mereka.

Saya yakin banyak hal yang bisa dilakukan. Dan Indonesia dapat menjadi salah satu pemain utama di kawasan ini dengan perdamaian dan stabilitas untuk bagian dari belahan bumi ini.

Kebijakan yang dibuat oleh pemimpin Anda dalam konteks regional sejauh ini sukses, walaupun ini hal yang sangat sulit, bukan tugas yang mudah, melihat keberagaman negara ini, perbedaan pendekatan, perbedaan harapan, perbedaan sikap politik. Saya melihat ada perkembangan pemahaman untuk satu tujuan dalam menyatukan pendapat, juga dalam organisasi di kawasan ASEAN

Bila Anda membuanya lebih kuat, itu berarti  membuat diri Anda lebih kuat. Anda tidak berdiri sendiri, tetapi Anda bekerja dalam grup, dan Anda saling mendukung satu sama lain.

Itu adalah pertanyaan saya berikutnya. Bagaimana Anda melihat ASEAN. Apakah Anda melihat ASEAN sebagai satu satu entitas?

Tidak akan pernah menjadi satu entitas. Kami pernah berada di sebuah negara yang disatukan yang disebut Uni Soviet. Kami tidak pernah menjadi satu entitas, meskipun dunia berusaha memandang kami sebagai satu entitas. Uni Soviet berusaha menjadi satu entitas. Kami membangun (composing) Uni Soviet dan tidak menganggap ini sebagai satu entitas. Mereka dipersatukan di bawah satu atap, tetapi mereka tidak pernah sama. Orang Rusia tidak pernah sama dengan orang Ukraina; orang Ukraina tidak pernah sama dengan orang Georgia; orang Georgia tidak pernah sama dengan orang Armenia; orang Armenia tidak pernah sama dengan orang Azerbaijanis, atau Kirgis, atau Kazak, atau Uzbek, dan sebagainya. Dan ada lebih dari 150 kebangsaan dan kelompok etnik yang hidup di Uni Soviet dengan bahasa, budaya, dan tradisi mereka sendiri. Setiap kelompok memandangnya sebagai bagian dari sebuah keluarga besar tetapi berdiri sendiri dan unik dengan struktur identitas yang kompleks.

Dan ketika identitas ini terancam, maka kita menghadapi pembubaranseperti yang terjadi dengan Uni Soviet. Ini bahaya yang dihadapi setiap persatuan. Hal yang berbahaya dengan setiap kesatuan. Sama juga dengan yang anda lihat di Uni Eropa. Ketika mereka melihat ada ancaman terhadap identitas, itulah saat dimana masalah dimulai. Karena Anda bisa keluar dengan struktur yang berbeda untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Anda bisa menghasilkan struktur yang berbeda untuk mengakomodasi perbedaan budaya, perbedaan tradisi. Anda bisa keluar dengan satu framework hak asasi manusia, dan seterusnya. Tetapi setiap orang harus merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri. Sekali merasa terancam, maka masalah timbul.

Saya kira, cara yang ditempuh ASEAN tidak terburu-buru. Ia mengambil langkah-langkah, dan sangat penting untuk membuat setiap orang merasa siap menuju kesuksesan. Bila Anda terburu-buru, atau memaksa seseorang untuk melompat masuk ke dalam gerbong (wagon), setelah itu mereka akan merasa terasing dan akan berusaha untuk pergi. Dalam prosesnya, mereka harus memiliki perasaan memiliki (ownership), betatapun sulitnya ini, berapa lama pun waktu yang dibutuhkan. Ini mungkin proses yang agak lambat, tetapi bisa menjamin keberhasilan.

Anda yakin dengan hal ini?

Saya yakin. Saya melihat kehancuran (dissolution) sebuah negara. Saya mengalami itu.

Anda pernah hidup di Uni Soviet yang sangat beragam. Sekarang Anda berada di Indonesia yang juga beragam. Bagaimana Anda melihat proyek yang bernama Indonesia ini?

Ini tergantung apa yang Anda inginkan. Apa harapan Anda tentang negara Anda?

Anda bertanya kepada saya?

Ya. Karena saya dapat melihatnya dari satu sisi. Tetapi Anda yang hidup di negara ini. Saya bisa memberikan saran, saya bisa memberikan rekomendasi. Saya dapat memberikan pandangan dari luar dan mengatakan, waspadalah terhadap hal ini. Tetapi Anda yang tinggal di negara ini, Anda yang membuat keputusan-keputusan. Katakan kepada saya apa ekspektasi Anda? Karena ekspektasi orang yang tinggal di Jakarta, bisa jadi berbeda dengan ekspektasi orang yang tinggal di Bali, berbeda dengan ekspektasi orang yang tinggal di Sulawesi, Kalimantan, Aceh, atau tempat lainnya. Apa ekspektasi Anda? Apa yang Anda ingin negara Anda capai dalam 10 tahun mendatang, misalnya.

Rasanya ini akan seperti mimpi seorang anak-anak. Tentu saja setiap orang punya mimpi sederhana, agar tetap utuh…

Tidak ada yang membahayakan integrasi negara Anda. Kalau Anda sendiri tidak membahayakannya, maka tidak akan ada yang membahayakan Anda.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Kompetisi adalah Hal yang Biasa
Ambassador Talks

Kompetisi adalah Hal yang Bi..

30 Oktober 2020 18:49
Kami Tidak Harus Memilih Salah Satu dari Mereka
Ambassador Talks

Kami Tidak Harus Memilih Sal..

18 September 2020 07:41
Kami Tidak Mengubah Aya Sofya Menjadi Diskotik
Ambassador Talks

Kami Tidak Mengubah Aya Sofy..

06 Agustus 2020 20:21
Mereka Tak Peduli Berapa Banyak Rakyat Kami Yang Menderita
Ambassador Talks

Mereka Tak Peduli Berapa Ban..

16 Juli 2020 18:11
Perang Dagang Ini Harus Dikapitalisasi
Ambassador Talks

Perang Dagang Ini Harus Dika..

11 Mei 2020 06:02
Mereka Harus Berdamai dengan Sejarah Mereka
Ambassador Talks

Mereka Harus Berdamai dengan..

11 Maret 2020 07:19
Tidak Ada Yang Membahayakan Integrasi Anda
Ambassador Talks

Tidak Ada Yang Membahayakan ..

11 Maret 2020 06:33
Australia adalah Pendukung Terkuat Indonesia…
Ambassador Talks

Australia adalah Pendukung T..

10 Februari 2020 21:07