Calon Wagub Anies

Dua kandidat wagub DKI/Ist

SLOGAN  "Wagub Jatah PKS" merupakan self-fulfilling prophecy yang dimainkan grassroot radikal. Hari ini patah dengan keputusan dua calon wakil gubernur. Ditanda-tanganin pimpinan PKS dan Gerindra.

Self-fulfilling prophecy” diciptakan Robert K. Merton. Bukan barang baru. Precursor konsepnya berasal dari kisah “Decline and Fall of the Roman Empire” karya Edward Gibbon.

Slogan bombastic "Wagub Jatah PKS" tidak punya landasan hukum. Berdasarkan Pasal 176 UU Pilkada, pengganti Wagub Sandiaga Uno diusulkan gabungan partai pengusung. Artinya satu dari Gerindra dan satu dari PKS.

Praxis grassroot radicals itu disebut Philosopher William James sebagai “The Will to Believe”.

Seandainya tidak dikoreksi maka akan tercipta Newcomb's paradox yang end-up pada logical fatalism.

Salut, hormat yang setinggi-tingginya kepada pimpinan DPW dan DPP PKS yang mengedepankan asas fairness. Tidak terintimidasi sloganist grassroot radikal yang mengidap oedipus rex effect.

Dua nama resmi diusulkan; A Riza Patria dan Nurmansyah Lubis. Dua-duanya putra terbaik.

Tapi hanya satu yang akan dipilih menjadi Anies Baswedan's sidekick. Semoga the best of the best yang akan terpilih.

Sidekick itu hendaknya jangan berkarakter guru agama. Ntar Anies Baswedan diceramahin soal teori moral. Kandidat Wagub harus bisa ngimbangin Anies Baswedan di persoalan tehnis dan politik.

In short, Calon-Sidekick ideal bagi Anies Baswedan adalah dia yang work in silent, tidak suka kamera, punya political base di Jakarta, diterima semua golongan, cerdas, bernyali, ngerti politik dan paham birokrasi.

Dan hanya satu nama yang memiliki semua kriteria itu. Dia adalah A Riza Patria.

Penulis adalah anggota Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Klarifikasi BRI Terkait Biaya Rp 125 Ribu Setiap Transaksi Non Nasabah
Publika

Klarifikasi BRI Terkait Biay..

25 September 2020 13:34
Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan
Publika

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dil..

25 September 2020 10:59
Kecuali Ada Regulasi Baru, PAW Adalah Hak Partai Politik
Publika

Kecuali Ada Regulasi Baru, P..

25 September 2020 06:11
Pemerintah Harus Melayani
Publika

Pemerintah Harus Melayani

24 September 2020 23:35
Pemimpin Kita Versus Presiden Uganda Dan Presiden Ghana
Publika

Pemimpin Kita Versus Preside..

24 September 2020 13:08
Sejarah Dan Perkembangan Pilkada Di Indonesia
Publika

Sejarah Dan Perkembangan Pil..

24 September 2020 02:53
Peringati Kebiadaban PKI Dengan Inovasi Kreatif
Publika

Peringati Kebiadaban PKI Den..

23 September 2020 18:51
BRI Kenakan Biaya  Rp 125 ribu Setiap Transaksi Non Nasabah
Publika

BRI Kenakan Biaya Rp 125 ri..

23 September 2020 12:00