Ahok Muncul Lagi?

Sabtu, 09 November 2019, 19:03 WIB

Basuki Tjahaja Purnama/RMOL

"AHOK" bukan suara batuk, akan tetapi batuk politik bisa bersuara "Ahok". Ahok dihukum karena penodaan agama. Ia Gubernur dan tokoh politik yang dikenal seenaknya, emosional, dan kena batunya ketika menghina ayat Allah QS Al Maidah 51. Dilapaskan di Mako Brimob, tempat aneh untuk "terhukum". Tentu menjadi catatan sejarah buruk dalam penegakan hukum di Indonesia.

Kini Ahok lepas, bahkan isu bermunculan. Ada isu Ahok akan gantikan Maruf Amin, ada juga wacana Ahok akan ditunjuk sebagai Dewan Pengawas KPK.  Maklum dunia politik yang selalu ramai. Benar atau tidak semua itu masih menunggu pembuktian. Menunggu itu penting agar cerita Ahok ini tidak menjadi hoak.

Meskipun demikian, analisa juga ikut muncul. Yang aktual adalah soal Ahok yang akan menjadi Dewan Pengawas KPK. Mungkinkah? Ini pertanyaannya. Jawabannya bisa mungkin bisa juga tidak. Mungkin, jika Jokowi "nekat" untuk mempromosikan sahabat dan mantan Wakil Gubernurnya ini. Membersihkan dan menghidupkan karier politik Ahok. Bukankah penjara itu adalah tangga naik karier politik? Soekarno dan tokoh lain telah mencontohkan.

Tidak mungkin, karena itu merugikan Jokowi ke depan. Ahok dipenjara bukan kasus politik seperti Soekarno, tetapi "penodaan agama" seperti Arswendo, Lia Eden, dan lainnya. Sehingga tak bisa disamakan dengan Soekarno.

Ahok menjadi Dewan Pengawas KPK tentu rawan dari sisi "track record-nya yang "tidak bersih" dari dugaan korupsi sebagaimana buku yang ditulis Marwan Batubara. Sebagai Wakil Gubernurnya Jokowi dan saat menjadi Gubernur DKI Presidennya adalah Jokowi, maka tentu rentan akan rentetan dan keterkaitan.

Terlalu naif jika Jokowi berani "dengan otoritas" sendiri menunjuk Ahok. Jokowi akan menjadi tembusan dari peluru yang diarahkan pada Ahok. Banyak titik lemah Ahok yang memungkinkan ia "ditembak" publik atau lawan politik. Sniper pun sedang menunggu munculnya politisi "nyeleneh" ini.

Yang masih menggema dan menggelora adalah kekuatan 212. Inilah gerakan moral yang "menjatuhkan" Ahok dari kursi Gubernur. Menyebabkan Ahok akhirnya dikalahkan dan menjadi pesakitan. Kekuatan 212 masih sangat potensial untuk mengaum kembali. Kemunculan Ahok akan membangunkan macan tidur umat Islam. Ahok telah menjadi stigma "musuh" umat.

Nah kini pertaruhan bagi diri Jokowi apakah ia akan berpikir pendek atas dasar pertemanan atau berpikir panjang menyangkut kebaikan bangsa. Semua keputusan berdampak. Tapi dampak minimal tentunya dengan tidak menunjuk Ahok. Mengangkatnya sama saja dengan meniup bara menjadi api.

Ahok maupun pendukung jangan terlalu berharap atau bermimpi terlalu jauh. Karena menghidupkan Ahok sama saja dengan menghidupkan kekuatan anti-Ahok dan itu jauh lebih besar dan kuat. Ahok akan terus jadi bulan-bulanan politik dan Jokowi sulit untuk memproteksi. Pengalaman lalu telah memberi pelajaran.

Pak Ahok, anda telah dilindungi oleh hukum dan itu rakyat semua tahu. Pak Ahok kasus korupsi masih membuntuti. Pak Ahok adalah teman kunci Pak Jokowi. Baiknya Pak Ahok istirahat dulu, menikmati kehidupan berumah tangga. Jangan dulu ambisi ingin menggapai banyak kursi. Karena satu kursi pun belum siap untuk diduduki, apalagi untuk Dewan Pengawas urusan Korupsi. Belum pantas, Pak. Belum pantas.

M Rizal Fadillah
Pemerhati Politik
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Pesan Anies Baswedan Untuk ASN: Tetap Tangguh Meski TKD Berkurang

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Ruslan Buton Memang Hero Yang Tampak Sejak Masih Sersan
Publika

Ruslan Buton Memang Hero Yan..

31 Mei 2020 17:27
Memecat Presiden Itu Bukan Makar
Publika

Memecat Presiden Itu Bukan M..

31 Mei 2020 08:39
Covid-19 Dan Ujian Seorang Pemimpin
Publika

Covid-19 Dan Ujian Seorang P..

30 Mei 2020 16:15
Bersatu Lawan Covid-19: Utamakan Perlindungan Anak, Itu Amanat Konstitusi
Publika

Bersatu Lawan Covid-19: Utam..

29 Mei 2020 18:34
Status 'New Normal' Minus Legitimasi
Publika

Status 'New Normal' Minus Le..

29 Mei 2020 17:58
Pemidanaan Politik Yudi Syamhudi Suyuti Dan Ujian Demokrasi Di Indonesia
Publika

Pemidanaan Politik Yudi Syam..

29 Mei 2020 17:38
Taruhan Besar Presiden Jokowi
Publika

Taruhan Besar Presiden Jokow..

29 Mei 2020 09:34
“Istri Corona” Pak Mahfud
Publika

“Istri Corona” Pak Mahfu..

29 Mei 2020 07:54