Menteri Amran Bangga Harga Pangan Stabil Selama Tiga Tahun Terakhir

Kamis, 11 April 2019, 15:30 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Ilustrasi petani/Net

Indonesia mampu menekan inflasi bahan pangan dari 10,57 persen di tahun 2014 menjadi 1,26 persen di tahun 2017.

Demikian dikatakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Kamis (11/4).

"Dari capaian ini ada banyak negara yang dilampaui Indonesia yaitu Jepang, Belanda, Kanada, Jerman, dan total ada 12 negara yang kita lampaui. Sebentar lagi Amerika Serikat kita lampaui," ujar Amran.

Dia memaparkan, capaian sektor pertanian selama 4,5 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla salah satunya adalah stabilnya harga pangan selama tiga tahun terakhir.

"Ini didukung data yang valid, berdasarkan data FAO," kata Amran.

Capain lainnya adalah ekspor komoditas pertanian hingga saat ini melonjak 26 persen dengan nilai mencapai Rp 1.700 triliun. Begitu pula PDB sektor pertanian naik 47 persen yang total akumulasinya Rp 1.375 triliun atau separuh dari APBN.

"Itu baru kenaikan saja tapi Indonesia juga meraih peringkat kelima dunia PDB sektor pertanian dari 224 negara. Data ini sudah ditandatangani BPS dan BKPM. Ini capaian tertinggi kenaikan PDB sektor pertanian dalam sejarah Republik Indonesia," papar Amran.

Dia mengingatkan peserta rakor bahwa ekspor komoditas pertanian juga meningkat tajam. Jika diakumulasikan, total ekspor selama empat tahun mencapai Rp 1.764 triliun. Nilai ekspor tahun 2018 juga meningkat sebesar 29,7 persen bila dibandingkan 2016 yang sebesar Rp 384,9 triliun.

"Baru-baru ini kita ekspor dari Sulawesi Selatan senilai Rp 800 miliar. Terima kasih pak gubernur. Ekspor kita meningkat karena kita berlakukan online single submission. Alhamdulillah dari Sulawesi Selatan kita sudah direct call. Dari pelabuhan Sulawesi Selatan sudah langsung ke Cina, Hongkong, Eropa tidak lagi transit ke lampung dan Surabaya," jelas Amran.

Keberhasilan Kementan meraih penghargaan anti gratifikasi dan korupsi terbaik dari Komisi Pemberantasan Korupsi tidak luput dari bahan pidato Amran. Hal tersebut disampaikan karena sebelumnya Kementan dikenal sebagai kementerian yang penuh masalah.

"Kemudian penghargaan pengelolaan keuangan pun kami raih. Juga baru-baru ini kami dapat penghargaan sebagai tokoh modernisasi pertanian, dan dua tahun berturut Kementan mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan," demikian Amran.
Editor:

Kolom Komentar


loading