Ariroh Rezeki Matanari, Ibu Madrasatul Ula Untuk Anak-anaknya

Ariroh Rezeki Matanari/Net

Perempuan adalah pendidik generasi bangsa.

Begitulah tagline caleg DPR Jawa Barat XI (Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Tasikmalaya) dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ariroh Rezeki Matanari.

Ariroh, perempuan politisi kelahiran Sidikalang, 16 December 1987 ini mengingatkan, baik atau buruknya masa depan generasi bangsa suatu negara ditentukan dari pendidikan yang diberikan ibu kepada anaknya.

Para ibu harus mempunyai bekal sebagai pendidik anak bangsa.

"Nah menurut saya sendiri, ketika seorang perempuan rusak, maka rusaklah suatu bangsa. Karena dia madrasatul ula untuk anak-anaknya selaku penerus generasi kita," kata Ariroh kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/3).

Sebab itulah komitmen dia jika lolos ke Senayan adalah memberdayakan kaum perempuan.

Ada beberapa program telah dipersiapkannya. Yakni melalui pemberian beasiswa S1 bagi mereka yang mampu menghafal kitab suci Al-Quran (hafidz).

Kemudian program pemakmuran masjid. Hal itu bertujuan agar generasi muda bangsa mempunyai pendidikan mumpuni di bidang agama.

"Kita punya ada seribu Alquran yang kita bagikan ke DKM masjid guna mencerdaskan generasi muda dengan membaca Alquran. Otomatis secara langsung akan membuka cakrawala mereka tentang dunia melalui agama," jelasnya.

Selain itu juga program wirausaha tanpa riba. Dalam program ini Ariroh menawarkan konsep berwirausaha, UMKM, tanpa peminjaman dengan biaya riba.

"Karena dengan biaya riba itu sendiri tetap saja kita akan kena, kita dapat imbas terhadap efek riba tersebut," urainya.

Program lainnya yang tengah dikerjakan yaitu pengelolaan sampah.

"Ada beberapa ibu-ibu yang (sudah) kita coach (latih), yang mana ketika sampah-sampah di rumah biasa dibuang, tapi sekarang kita kelola. Kita berikan pemberdayaan, makanya kita ambil slogan mengolah sampah menjadi berkah," imbuhnya.

Dan terakhir program sekolah kerakyatan atau long life education. Program ini, kata Ariroh, belum bisa terealisasi.

"Tapi kalau program sekolah kerakyatan ini semacam sekolah sekolah motivasi mereka untuk hidup semangat dan ini juga tidak tergantung batasan usia ataupun batasan kelas ataupun tingkat pendidikan karena ini untuk umum," terangnya.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Darmin Nasution: Inflasi Jika Tak Dikendalikan Bisa Tembus 4 Persen
Road To Senayan

Darmin Nasution: Inflasi Jik..

01 Juli 2019 16:22
Hitungan Internal, Caleg DPR Sri Kustina Unggul Di Dapil Sumsel II
Road To Senayan

Hitungan Internal, Caleg DPR..

25 April 2019 07:26
Rendhika D Harsono Yakin DKI Masih Kuat Pemilih PPP
Road To Senayan

Rendhika D Harsono Yakin DKI..

12 April 2019 14:22
Nina Nathalia: Doa Peserta Kampanye Akbar 02 Lebihi Bom Nuklir Sekalipun
Road To Senayan

Nina Nathalia: Doa Peserta K..

09 April 2019 10:57
Waketum Gerindra Ajak Warga Tanah Sareal Pilih Caleg Nomor 9
Road To Senayan

Waketum Gerindra Ajak Warga ..

08 April 2019 23:04
Idola Baru Itu Bernama Jansen Sitindaon
Road To Senayan

Idola Baru Itu Bernama Janse..

08 April 2019 09:27
Dion Hardi: Berkarya Akan Bikin Indonesia Kembali Berjaya
Road To Senayan

Dion Hardi: Berkarya Akan Bi..

05 April 2019 16:15
Achmad Hamid: Partai Berkarya Akan Wujudkan Kembali Swasembada Pangan
Road To Senayan

Achmad Hamid: Partai Berkary..

04 April 2019 22:59