Modernisasi Pertanian Era Amran Tingkatkan Nilai Ekspor

Minggu, 17 Februari 2019, 23:28 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

Ilustrasi/Net

Pemerintah terus mendorong transformasi modernisasi pertanian Tanah Air.

Demikian dikatakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Minggu (17/2).

"Artinya setiap hari terjadi olah tanah, tanam dan panen. Jangan dibayangkan pertanian Indonesia seperti 30 tahun lalu. Makanya penduduk dua kali lipat dari 1984, kita bisa memberi makan," jelasnya.

Hal yang sama juga pernah disampaikan Amran saat menerima pengurus Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (Iwapi) beberapa waktu lalu. Dia memaparkan bahwa sejumlah komoditas pertanian strategis berhasil diekspor dalam jumlah besar dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

"Ekspor komoditas pertanian strategis, kelapa sawit, kakao, karet, kopi, dan komoditas pertanian lain mengalami peningkatan signifikan. Perinciannya kelapa sawit naik 22,5 persen, karet 21,3 persen, dan kopi 28,6 persen. Secara keseluruhan ekspor pertanian naik 29 persen di 2018," papar Amran.

Selain itu, Amran menyebut inflasi bahan makanan/pangan juga mengalami penurunan. Dari 10,57 persen di 2014 menjadi 1,26 persen di 2017.

"Inflasi ini ekstrem penurunannya," katanya.
 
Amran juga menyebut nilai investasi pertanian juga terus mengalami peningkatan. Apabila pada 2016 nilainya Rp 45,4 triliun, maka berturut-turut pada 2017 dan 2018 masing-masing tercatat Rp 45,9 triliun dan Rp 61,6 triliun. 

Faktor utama yang mendorong peningkatan nilai investasi adalah deregulasi yang dilakukan Kementan.

"Kami cabut 219 permentan yang menghambat investasi," imbuh Amran. [wah]  
Editor:

Kolom Komentar