Harga Avtur Pertamina Turun Belum Tentu Berimbas Tarif Tiket Pesawat

Minggu, 17 Februari 2019, 14:52 WIB | Laporan: Widya Victoria

Foto; Net

Pertamina telah mengumumkan harga avturnya diturunkan dari semula sebesar Rp 8.210 per liter menjadi Rp 7.960/liter.

Sementara posting price avtur di Bandara Changi Singapura adalah Rp 10.760/liter.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria menanggapi dengan penurunan harga avtur ini, Pertamina lebih menunjukkan sikap peduli terhadap kepentingan masyarakat pengguna pesawat udara.

Di samping itu juga kepedulian terhadap maskapai penerbangan yang merasa harga avtur sebagai penyebab mahalnya harga tiket penerbangan.

"Jika Pertamina berpedoman sebagai pelaku bisnis, apalagi avtur adalah BBM non subsidi yang perlakuannya harusnya business to business," jelasnya.

Penurunan harga di bawah posting price avtur Singapura itu justru bertentangan dengan keberadaan bisnis Pertamina terkait avtur.

"Bisnis avtur murni B to B," tegas Sofyano.

Dalam harga avtur Pertamina selama ini terdapat beban Ppn sebesar 10persen, Pph dan iuran BPH Migas yang mana selama ini tidak ada pada harga avtur di Singapura.

"Karenanya saya tidak yakin harga tiket penerbangan bisa jadi murah hanya karena Pertamina menurunkan harganya sebesar itu kecuali pemerintah memberikan subisidi sebesar 50 persen dalam harga avtur," lanjut Sofyano.

Di sisi lain, ia heran selama ini terbukti harga tiket maskapai penerbangan swasta bisa lebih murah dari harga tiket penerbangan milik BUMN.

"Lah Garuda kan BUMN yang juga punya misi melayani rakyat sesuai amanah pada UU BUMN karenanya harga tiket penerbangan Garuda harusnya bisa lebih murah dari tiket maskapai swasta," tuturnya.

Karenanya, menurut Sofyano, pemerintah harus memperhatikan masalah ini. [wid]
Tag:

Kolom Komentar


loading