Senator Papua: Bukan Membenarkan Tapi Kita Hargai Peringatan 1 Desember

Kamis, 06 Desember 2018, 14:39 WIB | Laporan: Adityo Nugroho

Pdt Carles Simaremare/RMOL

. Berdirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada tanggal 1 Desember terus diperingati oleh sekelompok orang di Papua dan dianggap sakral.

Hal itu diterangkan oleh Anggota DPD RI asal Papua Pdt Carles Simaremare saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung DPD, Jakarta, Kamis (6/12).

"Kita tahu tanggal 1 Desember biasa diperingati oleh sekelompok kecil masyarakat kita, warga kita, mereka adalah warga kita yang masih berbeda paham. Walaupun bukannya kita membenarkan hal itu tetapi kita hargai itu," ucap Carles.

Sambung dia, setiap tanggal tersebut di Papua selalu dijadikan hari libur. Tidak ada pekerja-pekerja yang bekerja saat tanggal tersebut.

"Tiap tahun mereka melakukan peringatan, dari dulu saya tinggal di situ dan sudah biasa. Kita tahu tanggal itu selalu biasanya mereka libur, termasuk pekerja-pekerja bangunan di jalan itu biasa libur," bebernya.

Carles pun menyayangkan adanya kejadian pembantaian terhadap pekerja proyek jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga. Dia juga belum tahu pasti berapa korban yang jatuh dari insiden itu karena masih ada simpang siur informasi.

Dia menambahkan sejak Papua berintegrasi dengan Indonesia pada 1 Mei 1963, masih ada sekelompok orang yang tidak sepakat terhada proses tersebut.

"Masih ada yang berbeda pandangan soal integrasi Papua masuk ke Indonsia. Masih ada sebagian kecil yang menolak hal itu," pungkas Carles. [rus]

Kolom Komentar


loading