Keberpihakan Pemerintah Terhadap Pengusaha Lokal Semakin Kecil

Minggu, 18 November 2018, 10:38 WIB | Laporan: Adityo Nugroho
Lahirnya Paket Kebijakan Ekonomi ke XVI tidak bisa dilepaskan dari kondisi defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan yang dialami Indonesia belakangan ini.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Handi Risza mengatakan, dampaknya jelas menggerus sektor koperasi dan UMKM.

"Lahirnya paket kebijakan ini akan memberikan pengaruh yang besar bagi sektor UMKM dan koperasi di Indonesia," ujarnya melalui pesan elektronik kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (18/11).

Sebelumnya, Bank Indonesia mengumumkan defisit neraca perdagangan atau current account deficit (CAD) kuartal III-2018 meningkat yakni USD 8,8 miliar atau setara 3,37 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB). Nilai itu lebih tinggi dari periode kuartal pertama yang mencapai USD 5,7 miliar. Juga lebih besar dibandingkan kuartal II-2017 yang hanya USD 5 miliar.

Menurut Handi, kebijakan tersebut justru menunjukkan liberalisasi perekonomian nasional yang sedang dilakukan pemerintah. Dengan semakin meminimalisir peran pengusaha lokal dalam UMKM dan koperasi.

"Kondisi ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pengusaha lokal UMKM semakin kecil, bahkan cenderung berlepas tangan. Sehingga kebijakan ini nantinya akan berdampak terhadap perkembangan UMKM," jelasnya. [wah]
Editor:

Kolom Komentar


loading