Sarjana Muda Diharapkan Mampu Antisipasi Kekagetan Ekonomi

Sabtu, 22 September 2018, 22:56 WIB | Laporan: Ruslan Tambak

Romahurmuziy/Net

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy berharap sarjana muda mampu beradaptasi dan mengantisipasi disrupsi ekonomi saat ini.

"Para wisudawan harus bisa menjawab tantangan kerja yang ada. Mereka juga harus mengetahui semua perubahan yang ada saat ini, sehingga mengambil peran dalam setiap perubahan yang ada," kata Rommy dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Rommy mengatakan itu saat pidato ilmiah pada Wisuda dan Rapat Senat Terbuka ke-23 IAIN Tulungagung, Sabtu (22/9). Dalam kesempatan itu Rommy berharap pawa wisudawan yang berjumlah lebih dari 1.200 orang bisa cepat beradaptasi dengan dunia kerja.

Rommy menyebutkan, contoh perubahan yang ada saat ini adalah kemajuan di dunia digital yang membuat pola kerja berubah. Banyak pekerjaan yang dulunya menggunakan tenaga manusia, kini berubah menggunakan mesin. Sejumlah jenis pekerjaan baru pun muncul.

"Saat ini misalnya, transaksi keuangan berubah. Pekerjaan rutin mulai dari teller bank, customer services sampai pengacara akan digantikan oleh mesin," kata Rommy.

Gelombang otomatisasi sudah mulai melanda Eropa dalam 10 tahun terakhir ini, bahkan membuat sekitar 48.000 kantor cabang bank tutup. Nasabah bank memilih teknologi keuangan (FinTech) dibandingkan harus datang ke kantor bank. Akibatnya PHK massal di sektor perbankan tidak terhindarkan.

Bukan hanya di dunia perbankan, di dunia hiburan pun mengalami perubahan drastis. Saat ini untuk menjadi penyanyi terkenal tidak perlu mengikuti ajang pencarian bakat atau kontrak dengan label terkenal. Hanya dengan bermodal postingan video klip di Youtube, penyanyi dan band bisa terkenal dan dihargai dengan sangat tinggi.

"Contohnya adalah Via Vallen dan Sabyan yang muncul pertama kali di Youtube yang saat untuk sekali manggung bisa hampir Rp 100 juta bahkan bisa lebih," kata Rommy.

Perubahan-perubahan seperti ini yang disebut Rommy dengan disrupsi ekonomi atau kekagetan ekonomi yang harus diantisipasi oleh para wisudawan.

Dengan demikian, sarjana muda diminta untuk tidak hanya mencari lowongan kerja, namun juga membuka peluang kerja, dan hal yang sebelumnya tidak terpikirkan. [lov]
Editor:
Tag:

Kolom Komentar