Kementan Kawal Kuda Asian Games Kloter Terakhir Hingga Area Pacu

Rabu, 22 Agustus 2018, 02:56 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Foto/Net

Kementerian Pertanian kembali melakukan pemeriksaan dan pengawalan terhadap masuknya kuda yang akan beraksi di ajang Asian Games 2018. Pengiriman kloter terakhir sebanyak 33 kuda dari Belgia langsung diangkut Badan Karantina Pertanian menuju area lomba di Jakarta Equestrian Park (JEP) dengan menggunakan 11 truk yang telah didesinfeksi.

"Karena 33 kuda ini berasal dari negara setara dengan standar EDFZ (sertifikat bebas penyakit), maka dapat langsung kami kawal menuju venue, tidak perlu masuk Instalasi Karantina terlebih dahulu," kata Imam Djajadi, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta saat pemeriksaan dan pengawalan di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (21/08).

Imam menerangkan Organisation Internationale des Epizootics (OIE) sebagai organisasi yang bertanggungjawab terhadap kesehatan hewan di seluruh dunia telah menetapkan pembagian dua status negara berdasarkan status kesehatan kuda secara internasional. Yakni negara yang memiliki standar kesehatan sesuai dengan standar bebas penyakit atau Equine Diseases Free Zone (EDFZ). Untuk kuda yang berangkat dari negara negara setara dengan standar EDFZ dapat langsung masuk ke area lomba equestrian di JEP. Sementara untuk kuda yang datang dari negara yang belum setara dengan standar EDFZ harus masuki 14 hari masa karantina di Instalasi Karantina Hewan Sementara (IKHS) Arthayasa, seperti kuda China dan Indonesia.

Meskipun Indonesia termasuk negara yang belum setara dengan standar EDFZ, namun khusus Jakarta Equestrian Park telah ditetapkan sebagai zona EDFZ, sehingga dapat dijadikan sebagai area lomba Equestrian bertaraf internasional.

Dengan datangnya 33 kuda dari Belgia hari ini, total ada 133 kuda dari 25 negara yang berada dalam pengawasan Badan Karantina Pertanian selama berada di area lomba JEP. Petugas karantina lakukan serangkaian tindakan untuk pastikan kesehatan kuda selama di JEP dalam kondisi sehat. Lalu lintas kuda, manusia maupun kendaraan yang keluar masuk lokasi equestrian harus melewati kolam bak berisi desinfektan (dipping). Adapun desinfeksi dilakukan dengan menggunakan bahan yang sudah ada di Indonesia antara lain senyawa Peroxigen dan Asam Organik dan insektisida jenis cypermethrin. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari Biosecurity.

Petugas karantina juga akan melakukan pengamatan dan pemeriksaan klinis secara teratur selama di dalam venue. Khususnya pergerakan kuda, apabila akan dibawa ke rumah sakit hewan harus persetujuan petugas karantina.

Untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit, penempatan kandang 133 kuda tersebut didasarkan pada pengelompokkan zona status kesehatan kuda.

Terpisah, Agus Sunanto, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Kementerian Pertanian berharap, setelah Asian Games kali ini, wilayah EDFZ yang telah di raih JEP dapat diperluas hingga pulau Jawa.

"Sehingga kita layak menjadi tempat bagi pertandingan olahraga berkuda dengan skala internasional, dan juga memberi nilai tambah bagi industri peternakan hewan kuda," katanya.[dem]
Editor:

Kolom Komentar


Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019
Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019