Rangkaian Acara Pelaksanaan Sidang Tahunan MPR

Rabu, 15 Agustus 2018, 21:01 WIB | Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Siti Fauziah/MPR RI

Berbagai unit di Setjen MPR telah mempersiapkan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR yang akan digelar 16 Agustus.

Kepala Biro Humas Setjen MPR Siti Fauziah menyebut, unit protokol sudah melakukan gladi resik yang disaksikan Wakil Ketua MPR EE. Mangindaan dan Hidayat Nur Wahid pada Rabu sore (15/8) dengan hasil prosesi yang bagus.

Biro umum dikatakan sudah mempersiapkan layar besar dan hasilnya sesuai dengan harapan. Biro persidangan pun sudah mempersiapkan ketok palu untuk panitia ad hoc. Bagian pengkajian untuk mempersiapkan materi panitia ad hoc juga sudah siap.

Biro humas sendiri sudah melakukan koordinasi dengan wartawan. Awak media yang mau meliput sudah mengambil kartu pengenal khusus (id card) sejak 14 Agustus. Id card wartawan terbagi atas Liputan A, Liputan B, dan Liputan C. Liputan A berada di ring satu di mana mereka bisa meliput di dalam Gedung Nusantara, sedang Liputan B berada di balkon kanan kiri Gedung Nusantara, dan Liputan C di area Gedung Nusantara III, Nusantara IV, dan Nusantara V.

"Semua sudah siap dan lengkap," ujarnya.

Siti menyebut Presiden ketiga BJ Habibie, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono serta para mantan wakil presiden diundang untuk menghadiri sidang tahunan. Dalam mengundang mantan presiden dan wapres, Setjen MPR berkoordinasi dengan Setjen DPR dan Setjen DPD.

"Ini dilakukan sebab dalam sidang-sidang selanjutnya tempat duduk para mantan presiden dan wakil presiden itu dalam posisi yang sama," katanya.

Siti menyebut, sidang tahunan dimulai pukul 09.00 WIB. Meski demikian para petugas sudah mempersiapkan diri satu jam sebelumnya. Pada pukul 09.00 WIB seluruh peserta sidang, undangan, dan semua yang berada di Gedung Nusantara menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tiga menit kemudian mengheningkan cipta.

Setelah itu, pukul 09.07 WIB, ketua MPR membuka sidang. Tepat 09.22 WIB, presiden menyampaikan pidato kenegaraan. Setelah presiden melakukan pidato Kenegaraan dilakukan doa yang dipimpin imam besar Masjid Istiqlal. Lima menit setelah doa, ketua MPR menutup sidang. Dan setelah itu menyanyikan lagu Indonesia Raya.

"Waktu prosesi sidang tahunan itu satu jam lebih 20 menit, dirasa cukup. Sidang tahunan sebelumnya juga dalam durasi yang sama," paparnya.

Terkait dengan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR, Siti berharap semuanya berjalan sukses dan lancar.

"Karena ini menjadi perhatian masyarakat," imbuhnya. [wah]
Editor:

Kolom Komentar