Produksi Beras Lumajang Surplus, Harga Berkah Akhir Tahun

Sabtu, 23 Desember 2017, 04:37 WIB
Laporan: Elitha Tarigan

Suwandi Bersama Anggota Kelompok Tani Krajan Tani Desa Penanggal Kecamatan Candipuro/RMOL

Pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan berbagai cara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas pangan strategis terutama padi.
Salah satunya melalui program upaya khusus padi, jagung, dan kedele yang digulirkan Pemerintah sejak tahun 2015. Dari upaya tersebut sektor pertanian Lumajang menunjukan hasil sangat positif.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Paiman menyebutkan produksi padi Kabupaten Lumajang sampai dengan akhir November 2017 mencapai 464.032 hektar. Dengan rata-rata produktivitas sebesar 6,11 ton/ha, prediksi total gabah di Lumajang sampai dengan akhir tahun 2017 mencapai 495.696 ton GKG setara 267.522 ton beras, dengan jumlah penduduk sebanyak 1,03 juta jiwa, serta asumsi tingkat konsumsi rata-rata  92,5 kg/kap/tahun, dibutuhkan konsumsi 95.921 ton beras.

Dengan perhitungan tersebut dapat dipastikan Kabupaten Lumajang akan mengalami suprlus beras  171.601 ton atau setara dengan 64 persen.

Bukti prestasi sektor pertanian lumajang juga terlihat melalui produksi padinya yang meningkat hingga 15,24 persen dibandingkan tahun 2014, berbagai fasilitas yang diupayakan pemerintah berdampak terhadap semangat petani yang kian meningkat.

"Petani saat ini benar-benar enjoy bertanam padi, selain pendampingan Babinsa dan gerakan UPSUS, berbagai sarana produksi pertanian, alsintan dan jaringan infrastruktur yang dipenuhi pemerintah serta anggaran APBN yang meningkat lebih dari lima kali lipat, benar-benar dirasakan oleh petani," ungkap Paiman pada acara panen padi di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jumat (22/12).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Krajan Tani Desa Penanggal Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Samsul Arifin.

Menurutnya musim ini hasil produksi cukup bagus, walaupun sudah mulai diterjang hujan. Hal ini menjadi berkah di akhir tahun dan membuat petani Lumajang bersemangat adalah harga yang terjamin dengan rata-rata Rp. 4.800 per Kg GKP.

"Terimakasih kami kepada Pemerintah, harga ini cukup bagus untuk kami, para petani," ujar Samsul dengan penuh syukur.

Samsul menjelaskan saat ini petani di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Muhdori sedang panen padi jenis varietas cibogo, IR-64 dan Lugowo dengan hasil 8-9 ton per hektar.  

"Harga gabah di sawah sini berkisar Rp 5.000-5.200 per kilogram. Bagi saya harga ini cukup bagus," ujarnya.

Tambahan prestasi kinerja pertanian di Kabupaten Lumajang dengan dukungan Kementerian Pertanian, hingga tahun 2016,

Kabupaten Lumajang sendiri telah menyelesaikan Digitasi Pemetaan Lahan padi, jagung dan kedelai yang tersebar di 20 Kecamatan di 175 Desa. Kegiatan pemetaan lahan tersebut dikerjakan bersama para penyuluh, Babinsa Kodim 0821 dan kelompok tani.

Atas kinerja digitasi lahan tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian, Suwandi mengapresiasi Dinas Pertanian Lumajang yang mampu memanfaatkan tenaga internal secara swadaya.

"Saya apresiasi atas kinerja pemetaan digitasi lahan sawah sudah by name by address dengan memberdayakan SDM internal. Data ini sangat penting dan dibutuhkan. Beberapa kabupaten kini sedang meniru langkah kreatif  Kabupaten Lumajang ini," ujar Suwandi. [nes]
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

Kamis, 08 Agustus 2019
Video

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Jumat, 09 Agustus 2019
Video

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Rabu, 14 Agustus 2019