Kampung KB Perlu Dukungan Politis

Kamis, 17 Maret 2016, 08:30 WIB
Laporan: Firardy Rozy

Surya Chandra Surapaty/net

. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memperkuat komitmen pada program Kampung KB dengan melakukan pencanangan Kampung KB Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty mengatakan pembentukan Kampung KB perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak, baik secara politis, teknis dan operasional.

"Membangun komitmen untuk menjadikan Kampung KB sebagai program yang menjadi urusan bersama antarinstansi, sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di dalamnya dapat konsisten dan berkesinambungan," sebut Surya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/3).

Lebih lanjut dijelaskan, dukungan dan komitmen bupati/walikota, kepala SKPD, camat, kepala desa/lurah, BPD, LPMD, LPMK, para tokoh masyarakat, tokoh agama, Tim Penggerak PKK, kader dan bidan desa merupakan modal utama proses pembentukan, operasional kegiatan, sampai dengan evaluasi dan pelaporan kegiatan Kampung KB.

Surya menjelaskan, Kampung KB menjadi inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh di lini lapangan. Ringkasnya, Kampung KB sebagai model miniature pelaksanaan total Program KKBPK secara utuh yang melibatkan dan bersinergi dengan kementerian/lembaga, mitra kerja, stakeholders instansi terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah, serta dilaksanakan di tingkatan pemerintahan terendah.

"Kampung KB merupakan upaya penguatan Program KKBPK yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat dalam memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan total program KB. Sehingga dengan demikian bisa mewujudkan keluarga yang berkualita," ujar Surya.

Ia menambahkan, Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara, yang memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.

Data Susenas tahun 2013 mencatat angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) Kabupaten Badung berada di angka 2,1. Dalam artian, bahwa TFR Kabupaten Badung sudah memenuhi target nasional yakni sebesar 2,3, terbilang pencapaian yang bagus. TFR merupakan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita sampai dengan akhir masa reproduksinya. Sebanyak 19,57 persen penduduk di Kabupaten Badung usia 16-18 tahun sudah menikah. Berdasarkan data ini memungkinkan melalui Kampung KB bisa menaikkan usia kawin pertama pada usia 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi laki-laki.‎

Kabupaten Badung mempunyai wilayah seluas 418,52 km2 ( 7,43% luas Pulau Bali ), Bagian utara daerah ini merupakan daerah pegunungan yang berudara sejuk, berbatasan dengan kabupaten Buleleng, sedangkan di bagian selatan merupakan dataran rendah dengan pantai berpasir putih dan berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia. Bagian tengah merupakan daerah persawahan dengan pemandangan yang asri dan indah, berbatasan dengan Kabupaten Gianyar dan kota Denpasar disebelah Timur, sedangkan di sebelah Barat berbatasan dengan kabupaten Tabanan.

"Pada akhirnya, Kampung KB bisa menjadi program yang mempunyai daya ungkit tercapainya target program KKBPK. Tentu dengan dukungan komitmen dari semua instansi terkait," demikan Surya. [rus]
Tag:

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Karya | Puisi Hari Ini

Rabu, 15 Januari 2020
Video

Awal Tahun, Tiga Pengedar Narkoba Berhasil Dibekuk

Rabu, 15 Januari 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Budaya | Puisi Hari Ini

Kamis, 16 Januari 2020