Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Forum Rektor Lakukan Kajian Hidupkan GBHN (Lagi)

Selasa, 02 Februari 2016, 01:53 WIB
Forum Rektor Lakukan Kajian Hidupkan GBHN (Lagi)
prof. suyatno/ net
RMOL. Forum Rektor Indonesia (FRI) akan melakukan kajian terhadap Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Sebab, proses pembangunan tanpa GBHN pasca tumbangnya Orde Baru dirasa berjalan tanpa arah dan tidak berkelanjutan.

"Negara dibangun atas dasar selera presiden terpilih. Dan presiden ini dipengaruhi oleh partai politik yang mengusungnya,” jelas Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Hamka (Uhamka), Prof Suyatno usai terpilih menjadi Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) untuk periode tahun 2017, Senin (1/2). Saat ini Prof Suyatno masih duduk di dewan pertimbangan FRI hingga 2017.

Karena itu, menurutnya, Forum Rektor ingin menghidupkan pola perencanaan pembangunan atau grand desain pembangunan seperti halnya GBHN. Apapun namanya, tetapi intinya adalah ada panduan yang harus dilaksanakan oleh siapapun presiden terpilih. Ini untuk menghindari praktik pembangunan nasional yang sesuai selera presiden dan kepentingan partai politik.

Suyatno mengakui, sebagai negara besar dan kompleks persoalannya, Indonesia seharusnya memiliki grand desain pembangunan untuk jangka waktu 100 tahun. Meski pada periode-periode tertentu harus ada panduan target pencapaian misalnya 5 tahun, 10 tahun atau lebih dari itu.

Tidak adanya panduan pembangunan, ekses negatifnya juga dirasakan di pemerintahan tingkat propinsi. Sistem otonomi daerah yang wewenangnya diberikan pada level kabupaten/kota membuat wewenang gubernur  untuk mengatur kabupaten/kota menjadi sangat terbatas.

Akibatnya, pembangunan di daerah pun diselenggarakan atas selera pimpinan daerah.
Forum Rektor Indonesia akan melakukan kajian mendalam terhadap wacana menghidupkan kembali GBHN ini. Kajian dan naskah akademiknya sudah mulai disusun dengan bantuan MPR.

Selain persoalan GBHN, ditambahkan, Suyatno, Forum Rektor juga melakukan kajian-kajian berbagai persoalan negara, mulai dari persoalan hilirisasi riset, pembentukan pokja Indonesia poros maritim dunia, dan pembangunan karakter terkait revolusi mental.

Jumlah anggota FRI tercatat 4.200 rektor, ketua sekolah tinggi dan direktur politeknik diseluruh Indonesia baik negeri maupun swasta. Forum ini terbentuk sebagai bagian dari kepedulian universitas untuk memberikan kontribusi lebih besar kepada penyelesaian persoalan bangsa. [sam]
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA