Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Dubes Palestina Apresiasi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan RI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 04 Maret 2015, 03:57 WIB
Dubes Palestina Apresiasi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan RI
Fariz Mehdawi
rmol news logo Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi mengapresiasi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Kesehatan dalam melaksanakan pelatihan inseminasi buatan bagi 10 (sepuluh) petugas Palestina di Indonesia.  

It is not a simply training,” ungkapnya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Training Program on Frozen Semen Production and Breeding of Small Ruminant for Palestine”.

Ia juga menekankan bahwa pembelajaran teknologi dari Indonesia akan digunakan untuk meningkatkan produksi peternakan di Palestina sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari-Malang, yang merupakan salah satu UPT dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mulai pada 3-11 Maret 2015.

Target pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petugas Palestina melalui transfer teknologi inseminasi buatan dari Indonesia.  

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Syukur Iwantoro menyampaikan bahwa, Ini merupakan kemajuan bagi Indonesia, bahwa teknologi di bidang peternakan yakni inseminasi buatan telah maju dan diakui secara internasional”.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya negara yang telah dilatih di Indonesia dari berbagai negara di Asia Pasifik, Afrika, dan Timur Tengah baik melalui dana partner luar negeri yakni Japan International Cooperation Agency/JICA, Islamic Development Bank/IDB,maupun melalui dana APBN.  

Selain Palestina, negara-negara yang pernah dilatih di Indonesia diantaranya Cambodia, Myanmar, Malaysia, Thailand, Mongolia, Philipina, Afganistan, Kyrgyztan, Kazakhstan, Papua Nugini, Fiji, Timor Leste, Sudan, Kenya, Zimbabwe, Yaman, Srilanka, India, Bangladesh,” imbuh Syukur Iwantoro.

Pelatihan untuk kesepuluh petugas Palestina kali ini didanai melalui kerjasama dengan JICA.  Program tersebut merupakan tindaklanjut dari The 2nd Conference of CEAPAD (Cooperation among East Asian countries for Palestinian) pada akhir Maret 2014 di Jakarta.

Sementara itu, Kemampuan Indonesia di bidang inseminasi buatan baik pengetahuan maupun penguasaan teknologinya dinilai sangat memadai untuk dilakukan disseminasi ke negara lainnya. Demikian diungkapkan Dinur Krismasari, Senior Representative JICA Indonesia Office pada acara pembukaan training tersebut.  

Pengembangan teknologi inseminasi buatan di Indonesia dimulai sejak tahun 1976 dengan dibangunnya Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang-Jawa Barat, yang disusul dengan pembangunan BBIB Sigosari-Malang pada tahun 1982.

Teknologi inseminasi buatan di Indonesia maju pesat, dengan dicapainya swasembada semen beku pada tahun 2012.  Selanjutnya pada tahun 2013, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada Bull (pejantan unggul),” jelas, Syukur Iwantoro.

Indonesia tidak hanya mampu menghasilkan semen beku sapi, namun juga memproduksi semen beku kambing, domba dan ikan.  Keunggulan lainnya teknologi inseminasi buatan.  Kemajuan teknologi inseminasi buatan lainnya yang dimiliki Indonesia adalah teknologi sexing.  

Teknologi sexingsemen beku tersebut, dapat menentukan jenis kelamin kelahiran ternak sesuai dengan kebutuhan peternak. Teknologi sexing tersebut juga telah diakui oleh internasional dengan diundangnya Indonesia oleh instansi di Jepang dan Perancis untuk mempraktekkan formulasi sexingdalam produksi semen beku.  

Keuntungan dari penggunaan teknologi inseminasi buatan dalam produksi ternak dibandingkan dengan kawin alam, yakni memperbaiki kualitas genetik ternak, lebih efisiensi, menghindari inbreeding, dan mengurangi resiko penyebaran penyakit reproduksi. [zul]
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA