Pelayanan Bus Wisata 'City Tour Jakarta' Tak Profesional

Selasa, 17 Juni 2014, 15:55 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

foto:rmol

Berkeliling ibukota dengan menaiki Bus tingkat pariwisata 'City Tour Jakarta' milik Pemprov DKI sepertinya mengasyikkan. Apalagi, masyarakat yang ingin mencicipinya tak dikenai biaya alias gratis.

Bus tingkat berwarna biru-kuning pudar itu sudah hampir empat bulan beroperasi, terhitung sejak diluncurkan pada akhir Februari lalu. Bus ini berkapasitas 60 orang. Namun pada hari ini (Selasa, 17/6), bus yang dinaiki Rakyat Merdeka Online dari halte Sarina, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, hanya terisi 10-20 orang.

Kesan pertama dirasa cukup nyaman. Bus pun melaju dan berhenti kembali di salah satu shelter. Satu rombongan terlihat masuk dan meminta dipotret bersama dekat pintu bus.

Kernet bus yang bertugas melayani penumpang seolah tak ambil peduli. Ia tampak asyik bersenda gurau dengan polisi yang mengawal bus wisata bernopol B 7001 PSM itu. Bahkan tak jarang di tengah obrolan, mereka tertawa keras.

Cukup lama bus berhenti sampai seorang penumpang bertanya kepada pramudi juga kernet bus.

"Kita lagi jaga jarak karena yang di depan ada tadi, dempetan," jawab kernet perempuan berbaju merah dengan papan binder di tangannya.

Sementara sang pramudi terkesan enggan menanggapi.

"Saya istirahat dulu, sudah lima putaran saya belum berhenti, ini putaran terakhir saya. Saya belum makan," ucap pramudi berambut cepak itu.

Pemandu wisata yang turut dalam rombongan bus langsung menimpali.

"Iya sebentar lagi, kita akan segera jalan," ucapnya.

Kebersihan bus juga nampaknya kurang dijaga baik. Pada bagian depan lantai satu bus terdapat bekas lumpur yang dibiarkan. Begitu juga bungkus makanan dibiarkan tergantung di handle bus. Anehnya lagi, seluruh kru dengan santai bisa makan dan minum di dalam bus. Sedangkan penumpang justru diingatkan sebaliknya. Kernet bus yang bertugas bahkan kerap terlihat berjalan di sekitar lorong bus tanpa alas kaki.

Begitu sampai di halte Monas, kernet perempuan itu tiba-tiba menginformasikan bahwa layanan bu wisata yang ditumpangi hanya sampai Bundaran Hotel Indonesia.

"Kalau mau muter-muter Jakarta naik bus yang di belakangnya atau nanti di HI turun dan naik bus berikutnya," lantangnya.

Mendengar informasi itu, seluruh penumpang pun terpaksa turun dari bus dengan rasa kecewa. Agaknya jadi meragukan kualitas pelayanan bus wisata bisa menyamai di luar negeri seperti pernah digembar-gembor oleh Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.[wid]
Tag:

Kolom Komentar