Sekitar 84 Persen Hidup Susah, Warga Betawi Terpinggirkan dan Hanya Jadi Korban Elit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 08 Juli 2012, 09:19 WIB
Sekitar 84 Persen Hidup Susah, Warga Betawi Terpinggirkan dan Hanya Jadi Korban Elit
andrinof a chaniago/ist
RMOL. Warga Jakarta, khususnya warga Betawi, jangan lagi mau diperdaya terus menerus oleh calon gubernur dengan sentimen-sentimen etnis dan agama.

"Apalagi bila sentimen etnis dan agama itu terus dimunculkan sementara urusan kesejahteraan rakyat diabaikan," kata pengamat politik dari Universita Indonesia (UI), Andrinof A Chaniago, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 8/7).

Menurut Andrinof, yang juga Direktur Center For Indonesian Regional And Urban Studies (Cirus), berdasarkan survei yang dilakukan pada Mei lalu, sekitar 54 persen masyarakat Betawi miskin dan 30 persennya hidup pas-pasan.  Artinya, 84 persen warga Betawi tetap hidup susah.

Data ini, ungkap Andrinof, memperkuat hasil penelitian skripsi mahasiswanya, yang menunjukkan bahwa 90 persen lebih penerima bantuan tunai langsung (BLT) tahun 2008 di Depok adalah warga Betawi.

"Ini bukti, masyarakat Betawi tetap terpinggirkan dan hanya menjadi korban elit yang hanya kejar kekuasaan dengan jualan sentimen etnis dan agama," demikian Andrinof. [ysa] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA