Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Jelang Grand Prix F1, Bahrain Dihujani Demonstrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 21 April 2012, 17:32 WIB
Jelang Grand Prix F1, Bahrain Dihujani Demonstrasi
ilustrasi
RMOL. Ibu Kota Bahrain dibanjiri para demonstrans anti pemerintah. Jalan-jalan utama Ibu Kota menjadi pusat kemarahan kaum oposisi itu.

"Kami menuntut demokrasi" dan "Turun! Turunkan Hamad," terdengar diteriakkan oleh puluhan ribu pendukung oposisi di jalan raya utama ibukota, Manama.

Sementara, Bahrain akan menjadi pusat perhatian karena besok, Minggu (22/4) akan menjadi tuan rumah balap mobil, Grand Prix F1.

Untuk membubarkan aksi massa, pasukan keamanan menembakkan gas air mata. Bahrain berjuang untuk membendung kemarahan oposisi karena saat ini Bahrain di bawah sorotan di dunia sebagai negara kepulauan menjadi tuan rumah Formula Satu Grand Prix.

beberapa jam sebelum demonstrasi berlangsung, ulama Syiah Bahrain yang berpengaruh, Syeikh Isa Qasim, menyampaikan khotbah yang tegas mengecam pihak berwenang menangkap kelompok oposisi beberapa pekan terakhir. Ia menyerukan untuk semakin mengintensifkan demonstrasi sebelum balapan F1 berlangsung

"(Berdemonstrasilah) seolah-olah kita memasuki perang," pesan Qasim, seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (21/4)

Untuk mendapatkan staus sebagai salah-satu tuan rumah F1, penguasa Bahrain telah melakukan lobi yang sangat keras. Mereka berharap, dengan dilaksanakannya putaran F1 di sana, dunia akan melihat stabilitas yang menjadi tuan rumah bagi Armada ke-5 Angkatan Laut AS itu.

Di lain pihak, kelompok pembela HAM menyebutkan, kekerasan dan tekanan tanpa henti dilakukan oleh pasukan keamanan. beberapa tokoh oposisi juga ditahan, termasuk seorang aktivis politik Syiah yang telah mogok makan dua bulan lamanya.

"Meskipun janji-janji reformasi telah diucapkan pihak Kerajaan tahun lalu, penggunaan yang kekerasan yang berlebihan oleh pemerintah semakin meningkat," kata Wakil Direktur Physicians for Human Rights, Richard Sollom. [mar]
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA