Lemkapi Anggap Belum Perlu TPF Kecurangan Pilpres 2019

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 24 April 2019, 19:52 WIB
Lemkapi Anggap Belum Perlu TPF Kecurangan Pilpres 2019
Edi Hasibuan/Net
rmol news logo Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) mendukung langkah Polri menjaga kondusivitas keamanan pasca pemungutan suara Pemilu 2019.  

"Menjaga sitabilitas keamanan agar selalu kondusif adalah tugas kita bersama. Kami ajak semua elemen masyarakat bersama Polri dan TNI bahu membahu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan di Jakarta, Rabu (24/4).
         
Menurut mantan anggota Kompolnas ini, keputusan Kapolri menarik pasukan Brimob dari beberapa Polda ke Jakarta sebagai bentuk upaya preventif kepolisian. Karena sesuai tugasnya, Polri wajib memberikan jaminan keamanan kepada seluruh masyarakat.

Pergeseran pasukan dinilainya hal biasa dilakukan aparat kepolisian dalam mengelola keamanan. Jika melihat ada potensi konflik, maka aparat yang jaga dipertebal. 

"Sejauh ini kita melihat situasi kamtibmas di Jakarta dan seluruh wilayah di Indonesia sangat kondusif," imbuhnya.

Namun untuk menjaga kamtibmas yang kondusif ini, ia meminta para elit politik menahan diri dan menghindari pernyataan yang memprovokasi masyarakat melakukan tindakan yang inkonstitusional. 

Edi juga melihat belum perlu adanya Tim Pencari Fakta kecurangan Pilpres 2019 karena hasilnya sendiri juga belum diumumkan KPU. 

"Kalau ada perbedaan pandapat sebaiknya gunakan jalur hukum sesuai perundangan yang ada," terang pengajar universitas Dirgantara Suryadarma Jakarta ini.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA