Begitu pandangan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane
kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/4).
"Pimpinan KPK harus transparan terhadap kondisi internalnya. Jangan sampai pimpinan KPK dikebiri dan tidak berdaya menghadapi manuver politik oknum-oknum di internalnya,†kata Neta.
Neta berpandangan, surat terbuka itu gambaran bahwa internal KPK sangat tidak sehat dan penuh intrik.
“Surat terbuka itu sebuah gambaran nyata bahwa KPK tidak solid dan sedang terpecah belah dan sedang diadu domba pihak-pihak yang merasa
full power di lembaga anti rasuah itu,†ujarnya.
Kondisi tersebut, masih kata Neta, sangat berbahaya bagi KPK sendiri lantaran tujuan dibentuknya institusi antirasuah ini diharapkan solid agar mampu memberantas praktik-praktik korupsi.
"Dalam surat terbuka itu tergambar jelas bahwa musuh utama oknum tertentu di internal KPK adalah penyidik Polri," imbuhnya.
Jika hal tersebut dibiarkan, maka tidak bisa dipungkiri akan terjadinya perang terbuka di internal antara penyidik Polri dan non Polri.
“Akan terjadi polarisasi yang berbahaya bagi masa depan penegakan hukum yang dilakukan KPK, apalagi para penyidik yang direkrut atau digeser melalui tanpa tes," jelasnya.
Neta menegaskan, kondisi menghalalkan cara yang bernuansa politis ini tidak boleh ditolerir karena sangat berbahaya bagi masa depan KPK dan keputusan hukum yang dibuatnya sulit dipertanggungjawabkan.