Berita

Annual Meeting 2026 Pertamina-Toyota Cooperation di Surakarta. (Foto: Humas Pertamina)

Energi

Pertamina-Toyota Perkuat Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Energi Rendah Karbon

SENIN, 09 NOVEMBER 2026 | 05:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Pertamina (Persero) dan Toyota Group memperkuat kemitraan strategis melalui perpanjangan kerja sama selama lima tahun ke depan hingga 2030. Kolaborasi ini mencakup pengembangan bahan bakar rendah karbon, pelumas, teknologi hidrogen, hingga produk petrokimia untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi di Indonesia. 

Komitmen tersebut dibahas dalam Annual Meeting 2026 Pertamina-Toyota Cooperation di Surakarta, beberapa waktu lalu.
 
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan, kemitraan dengan Toyota merupakan bagian dari upaya mendukung prioritas nasional, khususnya agenda Asta Cita dalam memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi energi melalui inovasi. Menurutnya, dinamika geopolitik dan perubahan kondisi energi global membuat kolaborasi strategis semakin penting untuk dikembangkan.
 

 
“Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan kemajuan kolaborasi kita sekaligus mencerminkan komitmen bersama untuk menerjemahkan keahlian teknis dan inovasi menjadi hasil bisnis yang nyata,” ujar Oki dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 8 November 2026.
 
SVP Technology Innovation & Implementation Pertamina Hana Timoti menjelaskan, kolaborasi dengan Toyota dibangun berdasarkan keahlian masing-masing perusahaan. Pertamina berperan dalam mengembangkan dan memasok bahan bakar, sedangkan Toyota berkontribusi melalui pengembangan teknologi otomotif dan pemahaman terhadap kebutuhan energi sektor transportasi.
 
Menurut Hana, kedua perusahaan perlu memastikan bahwa pengembangan bahan bakar dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi kendaraan. Dengan demikian, bahan bakar yang diproduksi Pertamina dapat memenuhi kebutuhan kendaraan yang digunakan masyarakat maupun industri otomotif pada masa mendatang.
 
“Jadi, masing-masing punya manfaat terkait bagaimana bahan bakar dan teknologi bahan bakar ke depannya, serta bagaimana teknologi otomotif berkembang. Harapannya, keduanya bisa saling berjalan dan bersinergi untuk membangun ekosistem transportasi, terutama transportasi darat,” jelas Hana.
 
Pemanfaatan energi alternatif juga menjadi pokok pembahasan. Namun, pemanfaatan ini menurut Hana perlu membangun ekosistem yang saling mendukung.
 
“Salah satu tantangan pengembangan energi alternatif adalah membangun ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut digunakan secara luas dan memiliki nilai keekonomian. Teknologi kendaraan berbasis hidrogen, misalnya, sudah dikembangkan, tetapi pemanfaatannya masih memerlukan kesiapan pasokan, infrastruktur, serta model bisnis yang mendukung komersialisasi. Harga juga menjadi pertimbangan karena bahan bakar fosil saat ini masih relatif lebih murah,” tambah Hana.
 
Meski demikian, menurut dia, pengembangan energi masa depan tidak cukup hanya mempertimbangkan harga. Ketersediaan pasokan dan kemampuan memenuhi kebutuhan energi dalam negeri juga menjadi faktor penting. Bahan bakar yang lebih murah tidak akan menjadi solusi apabila pasokannya tidak tersedia ketika dibutuhkan. Karena itu, pemanfaatan sumber daya domestik menjadi salah satu pertimbangan dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia.
 
“Untuk ketahanan energi, kita akan berfokus pada sumber daya yang memang ada di Indonesia dan bisa diproduksi di dalam negeri. Dari sisi harga mungkin masih mahal, tetapi kembali lagi, kalau mahal tetapi tersedia dibandingkan murah tetapi tidak tersedia, itu juga menjadi pertimbangan,” ujarnya.
 
Sementara itu, Keiji Kaita, President of Toyota Motor Corporation’s CN Advanced Engineering Development Center, menyampaikan bahwa bahan bakar netral karbon tidak hanya penting untuk mengurangi emisi, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi.
 
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi bahan bakar secara mandiri, sehingga membuka lebih banyak peluang bagi penelitian dan pengembangan teknologi.
 
Melalui kolaborasi ini, Pertamina dan Toyota berupaya menyinergikan pengembangan bahan bakar dan teknologi otomotif. Upaya tersebut diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak pilihan energi, memperkuat ketahanan energi Indonesia, serta mendukung masa depan transportasi.
 
“Saya yakin pertemuan ini dapat menjadi tonggak penting dalam kolaborasi dan kontribusi kami bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya dengan mendukung netralitas karbon, tetapi juga dengan memperkuat ketahanan pasokan bahan bakar, mendorong transformasi teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Kaita. 
 
Di tempat terpisah, VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, kolaborasi Pertamina dengan berbagai pihak merupakan strategi Pertamina untuk terus memperkuat ketahanan energi nasional.
 
"Di tengah dinamika energi global, kolaborasi menjadi kunci untuk membangun ketahanan energi yang kuat. Sinergi Pertamina dan Toyota merupakan langkah strategis untuk saling memperkuat keunggulan masing-masing untuk mendukung ketahanan dan energi rendah karbon di Indonesia," pungkas Baron.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya