Berita

Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso. (Foto: Istimewa)

Opini Pakar

Menanti Hoegeng di Zaman Now

SENIN, 09 NOVEMBER 2026 | 00:06 WIB

KEKUASAAN adalah ujian paling telanjang bagi karakter manusia. Semakin tinggi jabatan, semakin besar godaan untuk angkuh. Melihat ke bawah dengan dagu terangkat. 

Namun, ada anomali yang menyegarkan hari-hari ini. Anomali itu datang dari pucuk pimpinan Polri, Kapolri Suyudi. Publik menangkap citra yang belakangan terasa langka. 

Seorang jenderal bintang empat yang begitu santun. Nada bicaranya tenang. Tertata. Jauh dari kesan sombong. Sikap ini memanen apresiasi luas. Di tengah lelahnya kita melihat pameran kekuasaan, gaya Kapolri Suyudi hadir laksana oase.


Melihat sosoknya, ingatan bangsa ini ditarik mundur. Pada satu nama legendaris: Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

Bagi kita, Hoegeng bukan sekadar mantan Kapolri. Ia adalah monumen integritas. Kita ingat gurauan abadi Gus Dur. Hanya ada tiga polisi jujur: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng. 

Beliau dikenang bukan hanya karena anti-suap. Ia dikenang karena memanusiakan manusia. Ia memperlakukan rakyat kecil dan pejabat dengan kesantunan yang setara. Ia tegas tanpa perlu beringas. Berwibawa tanpa harus ditakuti.

Kesantunan dan kerendahan hati Kapolri Suyudi hari ini adalah modal berharga. Ini menunjukkan kecerdasan emosional. Menunjukkan empati. Dua pilar utama penyangga keadilan.

Namun, publik tentu menyimpan harapan lebih. Lebih dari sekadar sikap santun. 

Harapan terbesar kita saat ini adalah melihat kesantunan tersebut bertransformasi. Menjadi keberanian tanpa kompromi. Kita berharap Kapolri Suyudi bisa menjadi Hoegeng di era saat ini.

Menjadi Hoegeng masa kini butuh nyali baja di balik tutur kata lembut. Berani membersihkan institusi dari oknum yang menciderai. Berani menolak intervensi politik. Menjadikan hukum murni sebagai panglima, bukan alat tawar-menawar. 

Kesantunan Kapolri Suyudi harus jadi pelindung bagi rakyat kecil. Sekaligus menjadi palu godam bagi para mafia hukum.

Zaman memang telah berubah. Tantangan Polri hari ini jauh lebih rumit dibanding era 70-an. Kejahatan siber. Konflik kepentingan. Hingga sorotan tajam media sosial. Kursi Tri Brata Satu kini menjadi salah satu kursi paling panas di republik ini.

Namun, esensi harapan rakyat tidak pernah berubah. Kita merindukan sosok pengayom sejati. Kesantunan Kapolri Suyudi telah merebut hati publik di langkah awalnya. Kini, doa rakyat menyertai langkah selanjutnya.

Semoga kelak sejarah mencatat dengan tinta emas. Suyudi sekadar sebagai Kapolri yang santun. Tetapi sebagai "Hoegeng Modern" yang berhasil mengembalikan muruah Polri ke puncak tertingginya.


AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Anggota DPD-MPR RI/ Ketua DPD RI ke-5


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya