Berita

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Jimly Asshiddiqie, dalam pertemuan bersama sejumlah tokoh masyarakat bertajuk "Aksi Bela Rakyat Bela Indonesia", yang digelar di lapangan Masjid Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta Selatan, Minggu, 8 November 2026. (Foto: YouTube)

Politik

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Jangan Biarkan Gejolak Politik Berlarut
MINGGU, 08 NOVEMBER 2026 | 23:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Jimly Asshiddiqie meminta delapan partai politik di parlemen segera mengambil keputusan melalui musyawarah untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah berkembang di Tanah Air.

Menurut Jimly, aspirasi yang disampaikan sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) merupakan bentuk kegelisahan publik terhadap situasi bangsa yang tidak boleh diabaikan.

Hal itu disampaikan Jimly dalam pertemuan bersama sejumlah tokoh masyarakat bertajuk "Aksi Bela Rakyat Bela Indonesia", yang digelar di lapangan Masjid Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta Selatan, Minggu, 8 November 2026. 


Ia menyebut pertemuan tersebut merupakan inisiatif para pimpinan ormas yang sebelumnya meminta bertemu dengannya.

"Ini adalah seperti yang tadi saya gambarkan, letupan aspirasi dari nurani rakyat dan dari akal sehat, ya, para tokoh-tokoh, ya, pemimpin masyarakat mengenai perkembangan keadaan," kata Jimly.

Ia mengatakan, terdapat lima poin aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Namun, salah satu poin dinilai perlu ditegaskan kembali, terutama menyangkut tindak lanjut terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jimly menginginkan putusan kedua lembaga peradilan tersebut dijadikan pegangan dalam mengambil keputusan agar persoalan yang terus berkembang tidak berlarut-larut.

Menurutnya, penyelesaian yang tidak kunjung dilakukan berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan dalam tiga tahun ke depan.

"Cuma poin terakhir itu agak terlalu halus. Maksudnya itu supaya apa yang sudah diputuskan oleh MK, diputuskan oleh MA, nah itu dijadikan pegangan untuk mengambil keputusan supaya ada penyelesaian keributan yang nggak habis-habis ini," tuturnya.

Jimly secara khusus meminta pimpinan delapan partai politik yang kini masuk Parlemen, segera merespons aspirasi tersebut melalui mekanisme musyawarah. Sebab, menurutnya, pimpinan partai memiliki peran penting dalam menentukan keputusan politik saat ini.

"Lima aspek itu tadi mudah-mudahan didengar oleh para pimpinan partai, oleh apa namanya, pejabat eksekutif dan legislatif. Ya terutama adalah pimpinan partai, delapan partai. Kan yang menentukan sekarang ini pimpinan partai," tegasnya.

Ia menekankan, seluruh poin aspirasi tersebut memiliki tingkat kepentingan yang sama, termasuk agenda pemberantasan persoalan di internal kepolisian.

"Yang intinya apa yang terjadi sekarang ini enggak boleh dibiarkan. Lima poin itu sama pentingnya. Termasuk apa namanya, pemberantasan di internal kepolisian," demikian Jimly menambahkan.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya