Founder Sinkos Indonesia, Faizal Assegaf. (Foto: RMOL)
Kritikus politik sekaligus Founder Sinkos Indonesia, Faizal Assegaf mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian segera mengundurkan diri dari jabatannya di tengah polemik dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Faizal menilai posisi Tito perlu menjadi perhatian menyusul berkembangnya kasus yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah perwira tinggi Polri tersebut.
Menurut Faizal, Tito memiliki kedekatan politik dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena disebut sebagai bagian dari lingkar inti kekuasaan pemerintahan sebelumnya.
"Sebaiknya Tito Karnavian segera mundur dari jabatan Mendagri. Sebelum minggu depan semuanya menjadi terang. Yang bersangkutan bagian dari lingkar inti Jokowi. Banyak terlibat aneka problem krusial," kata Faizal kepada redaksi, Minggu, 8 November 2026.
Desakan tersebut muncul di tengah penyidikan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo dan sejumlah tokoh negara. Perkara ini menjadi sorotan setelah Bareskrim Polri menetapkan empat perwira tinggi Polri sebagai tersangka, termasuk mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Nama Tito sendiri sempat menjadi perbincangan di media sosial setelah muncul kabar mengenai dugaan pemeriksaan terhadap dua mantan Kapolri, yakni Tito Karnavian dan Idham Azis dalam perkara tersebut.
Namun, Kepala Bareskrim Polri Komjen Asep Safrudin telah membantah kabar pemeriksaan maupun penetapan tersangka terhadap Tito dan Idham Azis. "Infonya tidak benar," tegas Asep, Minggu, 8 November 2026.
Di sisi lain, pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa kasus dugaan penyadapan terhadap Prabowo harus diproses secara objektif dan transparan. Presiden Prabowo bahkan telah memberhentikan Listyo Sigit dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan setelah namanya terseret dalam perkara tersebut.
Faizal memandang perkembangan kasus ini perlu menjadi momentum untuk menelusuri lebih jauh relasi kekuasaan dan pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan berbagai persoalan di lingkungan pemerintahan sebelumnya.
Ia juga meminta agar posisi Tito sebagai Mendagri tidak dipandang terpisah dari dinamika politik yang tengah berkembang.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan atau bukti resmi yang mengaitkan Tito Karnavian dengan tindak pidana penyadapan tersebut.