Berita

PM Australia Anthony Albanese (Foto: X)

Global

PM Australia Desak AS Hentikan Perang Iran usai Republik Kalah Pemilu

MINGGU, 08 NOVEMBER 2026 | 15:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendesak Amerika Serikat (AS) segera meredakan perang dengan Iran menyusul kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections). 

Mengutip laporan Australian Broadcasting Corporation (ABC), Minggu, 8 November 2026, hasil pemilu sela AS telah menjadi salah satu topik utama pembahasan para pemimpin negara dalam pertemuan Commonwealth Heads of Government Meeting (CHOGM).

Dalam pemilu yang berlangsung Selasa, 4 November 2026, Partai Demokrat berhasil merebut kendali DPR AS dan memenangkan mayoritas kursi gubernur di berbagai negara bagian. 


Perubahan peta politik tersebut berlangsung di tengah meningkatnya tekanan terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump akibat perang dengan Iran.

Albanese mengatakan, para pemimpin negara peserta CHOGM menginginkan konflik segera diakhiri, terutama karena perang telah memicu tekanan terhadap perekonomian dunia dan menghambat kelancaran perdagangan internasional.

"Baik itu inflasi dalam ekonomi global atau kebutuhan akan pengaturan perdagangan bebas di setiap negara (di CHOGM) ingin melihat perang berakhir dan Selat Hormuz dibuka kembali," kata Albanese.

Ia juga menghubungkan dampak perang dengan persoalan biaya hidup di Australia. Karena itu, pemerintahnya akan terus menyampaikan desakan kepada Washington agar mengambil langkah deeskalasi. 

Namun, Albanese menegaskan tidak perlu menggunakan pendekatan yang lebih keras terhadap Trump.

"Saya telah mengatakannya secara terbuka dan langsung (kepada Trump) bahwa sudah waktunya untuk melakukan deeskalasi,” ujarnya seraya menbamhkan bahwa Australia akan tetap mengedepankan diplomasi demi kepentingan nasional.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya