Berita

Representative Image (Foto: Istimewa)

Global

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

MINGGU, 08 NOVEMBER 2026 | 12:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah hingga 20 juta dolar AS atau sekitar Rp362 miliar bagi siapa pun yang bersedia memberikan informasi penting terkait program nuklir Iran. 

Program hadiah tersebut diumumkan melalui Rewards for Justice, sebuah program yang dikelola Departemen Luar Negeri AS. Selain imbalan uang, Washington juga menawarkan kemungkinan relokasi bagi pihak yang memberikan informasi mengenai aktivitas nuklir Iran.

"Menawarkan hadiah hingga 20 juta dolar AS dan kemungkinan relokasi untuk informasi tentang program nuklir Iran, termasuk fasilitas, peralatan, dan personel terkait, seperti mereka yang berada di komunitas ilmiah,” bunyi pengumuman Rewards for Justice, dikutip dari BBC, Minggu, 8 November 2026. 


Washington juga menuding ketidakpatuhan Iran terhadap kewajiban pengamanan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah menyebabkan badan tersebut kehilangan kesinambungan pengetahuan mengenai produksi dan persediaan komponen penting, termasuk sentrifugal nuklir.

Sentrifugal merupakan perangkat yang digunakan untuk memperkaya uranium. Material tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar reaktor untuk kepentingan sipil, tetapi juga berpotensi digunakan untuk senjata nuklir apabila tingkat pengayaannya mencapai sekitar 90 persen atau lebih. 

Iran sendiri berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai dan tidak diarahkan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Langkah itu berlangsung di tengah meningkatnya tekanan militer AS terhadap Teheran. Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan pembentukan Task Force Iron Gate yang beroperasi dari Tampa, Florida, untuk membatasi pergerakan senjata, material yang terkena sanksi, serta sumber pendapatan ilegal Iran. 

Centcom memperkirakan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran telah mencegah ekspor minyak mentah senilai lebih dari 25 miliar dolar AS.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim fasilitas nuklir Iran telah sepenuhnya musnah setelah serangan udara gabungan AS dan Israel tahun lalu. 

Trump bahkan sempat mengancam akan menyerang Pickaxe Mountain, fasilitas bawah tanah yang dikaitkan dengan program nuklir Iran. Namun, ia menyatakan tidak terburu-buru mengambil langkah militer baru.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya