Berita

Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Asep Safrudin (tengah). (Foto: Dokumentasi RMOL)

Keamanan

Kabareskrim Bantah Mendagri Tito Karnavian Ditangkap Kasus Penyadapan

MINGGU, 08 NOVEMBER 2026 | 11:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Asep Safrudin membantah kabar yang menyebut mantan Kapolri, Jenderal (Purn) Tito Karnavian diperiksa dan ditangkap terkait kasus dugaan ilegal akses penyadapan.

Isu tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial. Sejumlah akun mengunggah narasi mengenai dugaan keterlibatan seorang menteri dalam kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Nama Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri (Mendagri) turut disebut dalam kolom komentar warganet.

Menanggapi kabar tersebut, Komjen Asep menegaskan informasi mengenai penangkapan terhadap Tito tidak benar.


"Tidak benar," tegas Komjen Asep saat dikonfirmasi, Minggu, 8 November 2026.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tengah mempersiapkan tim khusus untuk mengusut kasus dugaan penyadapan tersebut. Tim khusus itu nantinya dipimpin langsung Kabareskrim Polri.

Penyelidikan difokuskan pada dugaan tindak pidana ilegal akses berupa penyadapan terhadap sejumlah tokoh negara, salah satunya Presiden Prabowo Subianto.

Dalam perkembangan perkara tersebut, Bareskrim Polri telah menetapkan empat perwira tinggi (Pati) Polri sebagai tersangka. Mereka yakni mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, Irjen Pol Eko Hadi Santoso, dan Irjen Pol Slamet Uliandi.

Keempatnya dijerat dengan sejumlah pasal berlapis, di antaranya Pasal 258 UU 1/2023 tentang KUHP juncto Pasal 332 Ayat 1 dan/atau Ayat 2 UU 1/2023 tentang KUHP juncto UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 32 Ayat 1 UU ITE.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya