Berita

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk. (Foto: Dok. KPU Kabupaten Nduga)

Pemerintahan

Hari Pahlawan Momentum Membangun Papua Lebih Inklusif

MINGGU, 08 NOVEMBER 2026 | 10:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pembangunan Papua harus berjalan seiring dengan upaya menciptakan perdamaian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam menyambut peringatan Hari Pahlawan 10 November nanti, pendekatan pembangunan inklusif dengan mempertimbangkan keragaman budaya dan karakteristik geografis menjadi kunci perubahan di Tanah Papua.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengatakan, pembangunan Papua perlu mengedepankan pendekatan geokultural, multiaktor, dan kodeterminatif. Dengan pendekatan tersebut, kebijakan pemerintah diharapkan selaras dengan kondisi sosial budaya serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Menurut Ribka, perdamaian merupakan harapan mendasar masyarakat Papua yang harus menjadi perhatian dalam setiap agenda pembangunan.


"Masyarakat Papua menginginkan ada perdamaian," ujar Ribka dikutip pada Minggu, 8 November 2026.

Ia menjelaskan, keragaman suku, bahasa, adat istiadat, dan struktur sosial di Papua membutuhkan kebijakan yang tidak bisa diseragamkan. Pemerintah perlu memahami karakteristik masing-masing wilayah agar program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Tantangan geografis juga menjadi faktor penting. Wilayah pegunungan, pesisir, kepulauan, perkotaan, hingga perbatasan memiliki persoalan berbeda, mulai dari konektivitas, distribusi logistik, transportasi, hingga akses terhadap pelayanan publik.

Selain itu, Ribka menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan Papua. Pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, tokoh adat, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat harus memiliki ruang dan kontribusi masing-masing.

"Kalau ini semua sudah terjadi, semua merasa bahwa sudah terwadahi, ada peran, ada kontribusi dari masing-masing sektor atau masing-masing stakeholders," tegasnya.

Sinergi lintas sektor tersebut, lanjut Ribka, harus dibarengi kesinambungan antara perencanaan dan pelaksanaan program. Aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam proses perencanaan harus menjadi pijakan agar kebijakan pemerintah tidak melenceng dari kebutuhan daerah.

Dalam hal ini, penguatan otonomi khusus (Otsus) Papua menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Koordinasi pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar kebijakan afirmasi berjalan efektif dan kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Bagaimana kita memberikan visi kepada daerah, kewenangannya sudah ada, kemudian bagaimana pemanfaatannya, semua kembali pada Pemda. Ini menjadi titik pertama untuk perubahan pembangunan," pungkas Ribka.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya