Berita

Orang-orang berlarian ketakutan saat tragedi penembakan massal di Krakow Polandia (Foto: X)

Global

Enam Orang Tewas dalam Penembakan Brutal di Krakow Polandia

MINGGU, 08 NOVEMBER 2026 | 09:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sedikitnya enam orang tewas dalam aksi penembakan massal yang mengguncang alun-alun utama Kota Krakow, Polandia, pada Sabtu waktu setempat, 7 November 2026. 

Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan secara acak ke arah warga di pusat kota sebelum akhirnya ditembak dan ditangkap aparat kepolisian.

Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwinski mengatakan pelaku diduga terpengaruh ideologi sayap kanan ekstrem. Dugaan tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat keamanan.


"Semuanya mengarah pada fakta bahwa pelaku penembakan dipengaruhi oleh ideologi sayap kanan, sebuah hal yang juga akan diselidiki," kata Kierwinski dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters.

Otoritas Polandia menyebut enam korban meninggal terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Sebanyak 17 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua anggota kepolisian dan pelaku. 

Salah satu korban tewas yang telah teridentifikasi merupakan warga negara Inggris. Sementara itu, lima warga negara asing yang terluka berasal dari Austria, Jerman, Portugal, Rusia, dan Inggris.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengungkapkan, tiga jenazah lainnya yang terdiri dari dua perempuan dan seorang laki-laki ditemukan di rumah pelaku di Ostrowiec Swietokrzyski, sekitar 200 kilometer sebelah utara Krakow. 

Tusk mengatakan terdapat indikasi kuat bahwa ketiga korban merupakan anggota keluarga dekat pelaku. Aparat bahkan menggunakan pesawat nirawak untuk memeriksa rumah tersebut karena diduga terdapat banyak persenjataan di dalamnya.

Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai warga negara Polandia berusia 24 tahun. Juru bicara kepolisian Katarzyna Cislo mengatakan pelaku mengenakan pakaian menyerupai seragam militer dan menggunakan senjata militer. Sejumlah senjata dan amunisi juga ditemukan di dalam kendaraannya.

Sementara itu, juru bicara kepolisian Andrzej Fijolek menyebut pelaku menggunakan senapan AR-15 dan memiliki izin kepemilikan senjata api.

Polisi dilaporkan melepaskan tembakan ke arah pelaku hanya tiga menit setelah menerima laporan penyerangan. 

Sementara itu, Presiden Polandia Karol Nawrocki menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka serta menetapkan masa berkabung nasional pada 8-9 November 2026.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya